240 Kg Beras, PPK Ruslan Rizal OP2 BWS Malut Turut Serta Menikmati

  • Share

TOBELO, TeropongMalut.com – Bagaikan Bermain Air, Basah Bermain Api Hangus “ Pribahasa itu ditunjukkan pada PPK Operasional Perencanaan 2 (OP 2) Ruslan Rizal yang masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan orang yang disangkakan melakukan perbuatan melawan hukum (08/10/21)

Penelusuran yang di dapat bahwa Ruslan Rizal, disinyalir turut serta kebagian jatah beras kelompok tani melalui program Percepat Peningkatan Tata Guna Air Irigasi yang diselenggarakan oleh Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku Utara. Diseretnya, nama PKK tersebut disinggung kuat oleh Wakil Ketua Paguyuban Jawa Modole (Jamod) Gustaf Roni Ngetje. Dia mengatakan, bahwasannya pihaknya memberikan beras besar 240 Kg.

“ia betul torang ada memberikan beras sebanyak 240 Kg hasil kesepakatan dari kelompok Perkumpulan Petani Penguna Air (P3A) sebagai cendramata kepada mereka untuk ucapan terimakasih” Ucap Gustaf Roni Ngetje

Halni juga disampaikan Ruslan Rizal atas pengakuannya, bahwa semua menerima beras “Beras itu diantar kerumah dan itu wajar teman-teman P3A memberikan beras ketika kita turun disana itu wajar” Ungkap Ruslan Rizal

Polemik terjadi hingga dampak dan akibat dari tindakan arogansi dari Ruslan Rizal selaku PPK (P3-TGAI) Program Percepat Peningkatan Tata Guna Air Irigasi di (BWS) Balai Wilayah Sungai Malut, dengan melakukan pelaporan dan tuduhan kepada SH dan AM tanpa dasar maupun pembuktian yang jelas hingga mencuat ke publik dari pemberitaan, membawa dampak besar serta fatal hingga menyeret masyarakat transmigrasi Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara penerima program (P3-TGAI) bersama SH dan AM ke rana hukum melalui aparat kepolisian, hingga berdampak pada pisikologi keluarga, istri dan anak mereka, hingga menimbulkan trauma secara mendalam pada kejiwaan dan pisikis.

Hasil penelusuran media TeropongMalut dari sejumlah sumber yang berhasil ditemui Kao Barat, berdasarkan keterangan langsung dari Pak Subur selaku Ketua Paguyuban Jamod yang bertempat tinggal di desa Makarti dan wakil ketua Gustaf Roni Ngetje di desa Tolabit, Kao Utara Kab. Halut. mereka juga tergabung dalam kelompok tani P3A, Kamis (07/10/21)

Suasana pisikologi dan ungkapan terlihat bahwa mereka sangat terpukul dan terganggu, sehingga menyebabkan istri mereka jatuh sakit. Gustaf Roni Ngetje menyinggung kalau Beras jual jadi uang, uang bisa beli beras. (Jn) .

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *