Ada Apa, Personil Legislatif di Bukit Loiteglas Saling Tuding

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

Halteng, TM – Terkait dengan penolakan pendapatan hibah yang kembali diusulkan Pemda Halteng, personil Legislatif (DPRD) di Bukit Loiteglas desa Were Kecamatan Weda kembali saling tuding bahkan dibilang kedua rekannya yakni Aswar Salim dan Usman Tigedo keliru dalam penolakan usulan pendapatan hibah tersebut.

Sebab, menurut Hayun Maneke yang juga Wakil Ketua DPRD Halteng ini pendapatan hibah yang diusulkan Pemda Halteng pada APBD Tahun Anggaran 2022 adalah hal yang wajar sekaligus bukti kepedulian untuk meminta persetujuan DPRD,” ucapnya.

Pada prinsipnya lanjut Hayun, dinamika kebijakan politik anggaran yang melekat pada dua lembaga penyelenggara pemerintah daerah ini merupakan hal yang biasa. Bukan berarti Pemda meminta DPRD untuk merubah APBD. Sebab, yang diusulkan Pemda adalah pengakuan pendapat terhadap kurang bayar sekaligus proyeksi pendapatan hibah yang belum di registrasi oleh Pemprov Malut,” ungkapnya.

Selaku wakil rakyat Hayun memahami dan menghargai serta memberikan apresiasi atas niat baik Pemda dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah untuk membiayai program pembangunan dan kepentingan kesejahteraan masyarakat. Tetapi melalui Rapat Banmus, rapat internal Banggar dan TAPD diputuskan bahwa permintaan itu belum diakomodir dengan alasan tahapan pembahasan sebagaimana diatur dalam ketentuan telah selesai,” ujarnya.

Tak hanya itu, Hayun Maneke juga bilang NPHD adalah tanggung bersama sehingga Pemda menyampaikan surat pemberitahuan perubahan pendapatan hibah APBD Halteng tahun anggaran 2022 sebagai upaya bersama dalam penandatanganan NPHD. “Jadi keliru jika DPRD menanyakan kepada Pemda Halteng apakah NPHD sudah ditandatangani atau belum,” tuntasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.