Slider

Akibat Tak Ada Anggaran Pagar, Komite Sekolah Bebankan Orang Tua Siswa

Halteng, TM.com – Akibat Sekolah Dasar Negeri (SDN 2) Kluting Jaya Desa Sumber Sari Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah tidak memiliki anggaran pagar sekolah, baru – baru ini pihak Komite dan pihak sekolah bersama orang tua siswa melaksanakan rapat kesepakatan.

Dalam rapat yang dihadiri Komite dan pihak sekolah dan orang tua siswa itu dihadiri juga Kepala Desa Sumber Sari Hanike Tunang. Dalam rapat itu orang tua siswa berhasil dibebankan 1 kilo gram paku dan 35 picis jari – jari pagar jenis kayu merbau (kayu besi) oleh Komite Sekolah.

Sementara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) hanya mengizinkan Komite Sekolah menggalang dana. Namun dilarang melakukan pungutan pada murid dan wali murid,” jelas orang tua siswa sekaligus melansir penjelasan Kepala Biro Hukum dan Organisasi Sekretariat Jenderal Kemendikbud Dian Wahyuni bahwa Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang ditetapkan dan diundangkan pada 30 Desember 2016 sangat clear. Bahwa pihak sekolah sama sekali tidak boleh melakukan pungutan pada murid dan wali murid, hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 10, Pasal 11 dan Pasal 12.

“Dalam pasal itu sangat jelas, tidak boleh Komite Sekolah mengambil atau melakukan pungutan,” beber orang tua siswa yang enggan identitasnya tak dipublikasi itu saat ditemui awak media Kamis, (07/11/2019) sore kemarin.

Dalam Pasal 10 lanjut orang tua itu, disebutkan bahwa Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.

Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lain oleh Komite Sekolah dilakukan dalam bentuk bantuan atau sumbangan sukarela. Dengan kata lain bukan dalam bentuk pungutan melalui keputusan Komite Sekolah yang besarannya ditentukan. Keseluruhan prosesnya juga dipertanggungjawabkan secara transparan,” jelasnya.

“Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif itu sangat tegas dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua atau walinya,” ujarnya.

Ketua Komite Sekolah SDN 2 Kluting Jaya Sunarno saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihak sekolah tak memiliki anggaran untuk perbaikan pagar sehingga rapat bersama wali murid dan Pemerintah Desa setempat dilaksanakan, dan menghasilkan kesepakatan tiang dan melintang pagar ditanggung pemerintah desa. Sementara orang tua siswa/wali murid 1 kilo gram paku dan 35 picis jari – jari pagar jenis kayu besi,” aku Ketua Komite Sekolah saat di temui Kamis, (07/11/2019) sore kemarin.

Terpisah Kepala Sekolah SDN 2 Kluting Jaya Nursidi saat ditemui Jumat Sore di rumah pribadinya di Desa Wairoro Indah pun mengakui bahwa langkah itu dilakukan bersama Komite Sekolah dan orang tua siswa. “Sekolah tak memiliki anggaran pembangunan pagar, meskipun sudah kami minta melalui muscam tapi hasilnya selalu nol,” tandasnya.

Senada dengan pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ahmad Rajib, menurutnya dinas tidak memiliki anggaran perbaiki pagar sekolah. Sehingga ini peran Komite Sekolah namun harus sesuai mekanisme,” jelasnya singkat. (Ode)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *