Alat Berat dan Dumptruk PT IWIP Tak Terdaftar, Bagaimana Dengan Pajak

Halteng, TM.com – Kehadiran Investasi asing di bidang Industry di Lelilef Sawai di tanjung ulie Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah dinilai menuai berbagai masalah.

Pasalnya, mulai dari pembebasan lahan, perekrutan tenaga kerja, penimbunan hutan magrove (lingkungan) bahkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) karyawan serta alat berat perusahaan yang tak terdaftar hingga kini, bagaimana dengan pajaknya.

Pertemuan wartawan dengan Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara, Seksi Penetapan Ramlan Hafel dan Seksi Penagihan Yakub Jafar
Seksi Penetapan Ramlan Hafel, Samsat Halteng

Hal ini disampaikan Rosihan Anwar Bagian Humas DPD JPKP Halteng Selasa, (18/2/2020) kemarin di desa Were Kecamatan Weda. “Kehadiran PT Indonesia Weda Bay Industry Park (IWIP) di jajirah Halmahera Tengah ini kata Rosihan, semestinya memberikan dampak positif kepada masyarakat terutama warga lingkar tambang dan industry serta daerah. Namun, sejauh ini malah terpantau masyarakat yang terbilang karyawan ini dikejar – kejar dengan maut,” ujarnya.

Selain itu kata dia, diduga banyak alat berat milik perusahaan PT IWIP tak terdaftar di Samsat Weda, bagaimana dengan pajaknya. “Lebih jelasnya dikonfirmasi di Samsat Weda,” pintahnya kepada awak media.

Seksi Penagihan Yakub Jafar Samsat Halteng

Terpisah, Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara melalui dua Seksi yakni, Seksi Penetapan Ramlan Hafel dan Seksi Penagihan Yakub Jafar Samsat Halteng Kamis, (20/2/2020) siang tadi mengemukakan bahwa banyak alat berat milik PT IWIP belum membayar pajak sampai sekarang.

“Pajak kendaraan dan alat berat perusahaan yang belum dibayar jumlahnya milyaran rupiah. Kami sudah dua kali menyurat sampai tembusan Bupati, tapi sampai saat ini hal itu tidak di indahkan oleh pihak perusahaan,” ungkap Kasi Penetapan Ramlan Hafel kepada awak media diruang kerjanya siang tadi.

Ini berarti perusahaan tidak mau memaksimalkan potensi pendapatan daerah. “Namun, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendata kendaraan alat berat yang beroperasi di kawasan industry”. Tutupnya. (Ode)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *