Slider
63 views

Aliansi Indonesia Kecam Bupati Halsel, Bahrain Dipidana Apabila Langgar Prokes

Ternate TeropongMalut.com, Sarjan Taib
Ketua Lembaga Aliansi Indonesia DPC Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Kecewa dan mengecam Bupati Halsel Bahrain Kasuba bersama jajarannya yang berjoget ria usai meresmikan kantor UPTD Puskesmas Babang, Selasa (09/02/21).

Sarjan Taib usai menyaksikan bukti tiga rekaman video berdurasi 1,06 menit, 1.40 menit dan yang terakhir video ke tiga 1.26 menit, pada detik ke 00.10 sang bupati mulai berdiri dan berjoget ria. Dengan sesumbarnya Sarjan sangat mengecam keras tindakan bupati. Dimana di video tersebut jelas terlihat aksi joget Bupati Bahrain bersama puluhan ASN lingkup Pemda halsel bersama beberapa orang Muspida, terlihat jelas bupati dalam isi video tidak sedang mengenakan masker.

Foto : Bupati Bahrain Kasuba Tanpa Masker Berjoget Bersama Istri yang juga diketahui sebagai Kadis Pendidikan Halsel

Dalam video tersebut juga terlihat ada dua perempuan yang diduga sebagai petugas covid-19 dengan stelan rompi Tim satgas sedang asik berjoget berdekatan dengan mengabaikan Protokol Kesehatan.

“Beredarnya video joget Bupati ini bikin warga geger di dunia Maya seperti facebook” ujar Sarjan saat ketemu dengan awak media di ruang redaksi. Rabu, (17/02/21)

Video joget bersama Bupati ini jelas mengabaikan Prokes karna mengundang kerumunan warga, bahkan Bupati sendiri tidak mengenakan masker saat sedang asiknya berjoget dan diketahui bupati sendiri merupakan ketua satgas Covid-19, hal ini berbanding terbalik dengan asal mula kejadian beberapa hari lalu soal pesta perkawinan di desa Marabose, sehingga menyebabkan salah tangkap dari aparat keamanan, yang bermula setelah hajatan perkawinan saat malamnya, mau melakukan penghiburan sejenak, namun sayang di datangi pihak satgas covid yang terkesan melakukan tindakan arogansi kepada masyarakat secara tidak ramah. Akhirnya berbuntut panjang dan menimbulkan sejumlah korban.

Melalui Canal Youtube BNPB Indonesia 7 Januari 2021, menurut Letjen TNI Doni Munardo ketua satgas penaganan Covid-19, sekaligus Kepala BNPB menegaskan, bahwa sangsi pidana yang dikenakan dapat mengacu ke undang-undang kekarantinaan, UU ini mengatur tentang hukuman bagi pelanggar-pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hukumannya dapat berupa sangsi pidana kurungan badan selama 1 tahun dan denda maksimal 100 juta.

Foto : Kegiatan Peresmian UPTD Puskesmas Babang dengan Mengabaikan Prokes

Menurut Sarjan, Bupati Bahrain sudah mengabaikan instruksi presiden dalam hal ini pemerintah pusat dan Kapolri. Harusnya bupati menjadi contoh yang baik dan benar di tengah-tengah masyarakat bukannya gagal paham begitu apa lagi menjadi pelaku yang memicu kerumunan serta berpesta pora di tengah-tengah pandemik dengan mengabaikan 5M.

1. Memakai Masker

Anda diharapkan untuk memakai masker saat berada di luar rumah, atau ketika berkumpul bersama kerabat di mana pun berada.

2. Mencuci Tangan

Anda mesti mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun secara berkala. Jika tak ada air dan sabun, Anda bisa menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan dari kuman-kuman yang menempel.

3. Menjaga Jarak

Jika ada keperluan mendesak yang membuat Anda harus pergi ke luar rumah, ingatlah untuk menjaga jarak satu sama lain. Jarak yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 meter dari orang sekitar Anda.

4. Menjauhi Kerumunan

Anda juga diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Ingat, semakin banyak dan sering Anda bertemu orang, kemungkinan terinfeksi corona bisa semakin tinggi.

5. Mengurangi Mobilitas

Jika tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah. Meski sehat dan tidak ada gejala penyakit, belum tentu Anda pulang ke rumah dengan keadaan yang masih sama.

Tegas Sarjan, “Aliansi Indonesia akan mengambil sikap selaku fungsi kontrol dan akan mengadakan kajian hukum bersama devisi hukum untuk melihat unsur pidananya, dan akan membuat laporan resmi kepada ketua Satgas Pusat, melalui ketua Lembaga Aliansi Indonesia pusat, supaya ditindak tegas para oknum-oknum pejabat yang di anggap melawan dan merusak citra Pemerintah” ucapnya

Dikatakannya, hal semacam ini secara tidak langsung menyia-nyiakan anggaran Covid dengan nilai miliaran rupiah yang suda di gelontorkan dalam Pembentukan Tim Satgas Covid-19 di Halmahera Selatan.

“Masalah ini Lembaga Aliansi Indonesia tidak main-main, karena mengenai Covid itu perintah Presiden RI” pungkasnya. (Jn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *