Slider
14 views

Basri Salama Nilai Kinerja Pemkot Tikep Hanya Setingkat Kepala Seksi

Jika Pasangan Bagus Terpilih Kami Akan Bangun Kawasan Ekonomi

Tidore Kepulauan-TeropongMalut.com, Calon Wali Kota Tidore Kepulauan Basri Salama, menilai kinerja Pemerintah Kota Tidore Kepulauan di bidang ekonomi hanya setingkat kepala seksi. “Jika Kerja Pemkot Tikep selama satu periode hanya melaporkan bahwa produksi Perikanan naik sekian ton, begitu juga melaporkan hasil pertanian naik sekian ton maka itu kerja seorang kepala seksi” pernyataan Calon Wali Kota Tidore Kepulauan Basri Salama, keluar sebagai respon atas pernyataan juru bicara Pasangan Ali Ibrahim-Muhammad Senen, (AMAN) Ardiansyah, pada dialog rakyat yang digelar Pemuda Mafututu, di Jiko Cobo pada Minggu (20/09).

Menurut Basri Salama, jika pasangan Bagus dipercaya oleh masyarakat Tikep sebagai pemimpin (Wali Kota) maka ia dan wakilnya akan membangun dua kawasan di Kota Tidore sebagai kawasan ekonomi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kota Tidore Kepulauan. “Seorang pemimpin harus melakukan hal-hal besar yang mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, jika kami jadi pemimpin di Kota Tidore Kepulauan, kami akan bangun kawasan ekowisata, dan kawasan ekonomi baru, dengan begitu terjadi perputaran ekonomi maka daya beli masyarakat meningkat” jelas calon Wali Kota Tidore Kepulauan Basri Salama.

Pembangunan kawasan ekonomi membutuhkan investasi dari pemerintah dan pemerintah daerah harus berani untuk berinvestasi. “Jadi investasi pemerintah adalah dalam bentuk menyiapkan lahan lalu membangun fasilitas berupa ruko, selanjutnya lahan dan Ruko itu disewakan kepada para pengusaha atau masyarakat yang ingin berbisnis dengan begitu maka terciptalah perputaran ekonomi di Kota Tidore” jelas Cawali yang akrab disapa bang Bas.

Menurut Basri Salama, Warga Kota Tidore Kepulauan seharusnya ketika bangun tidur atau mau tidur tidak lagi berpikir besok anaknya sekolah harus dapat dana dari mana. “Kondisi saat ini daya beli masyarakat Kota Tidore sangat rendah, itu akibat dari perputaran uang di Kota Tidore rendah, perputaran uang rendah karena tidak ada lapangan pekerjaan di Kota Tidore, tidak ada lapangan pekerjaan, akibat dari pertumbuhan ekonomi rendah, pertumbuhan ekonomi rendah merupakan akibat dari kebijakan pemerintah kota Tikep yang keliru di bidang ekonomi” jelas Basri.

Tugas pemimpin lanjut Basri, adalah mensejahterakan rakyatnya, dan itu butuh kebijakan yang berani. ” Jika seorang pemimpin tidak berani berpikir besar maka dia akan berpikir tidak mungkin melakukan hal-hal besar” pungkas Basri Salama. (Dar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *