Begini Tanggapan Ahok Soal Kelangkaan BBM di Halmahera

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

Halmahera, TM – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kepada media ini Rabu, (19/1/22) siang tadi menanggapi kelangkaan BBM jenis minyak tanah yang sering terjadi di wilayah Halmahera Provinsi Maluku Utara.

Menanggapi laporan terkait pembongkaran BBM di bibir pantai desa Wari (Pelabuhan) Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara.

“Kami sampaikan bahwa aktivitas pembongkaran BBM di bibir Pantai Pelabuhan Wari adalah bagian dari pendistribusian minyak tanah dari suplai point FT Tobelo melalui mobil tanki yang kemudian dibongkar ke kapal kayu untuk dikirimkan ke Kabupaten Pulau Morotai,” ujarnya.

Foto Istimewa Ahok

Selain itu, kondisi angkutan kapal kayu atas produk minyak tanah tersebut diperbolehkan oleh pihak Syahbandar dan diberikan izin berlayar. Selanjutnya, penetapan lokasi tersebut sudah atas sepengetahuan dan persetujuan Pemda dikarenakan belum tersedianya lokasi khusus untuk pembongkaran BBM. Lokasi tersebut merupakan satu-satunya yang dipergunakan untuk pemuatan BBM ke Kabupaten Pulau Morotai,” tandasnya.

Ahok juga sebut sistem pengangkutan minyak tanah adalah Loco Depot dimana biaya angkutan ditanggung oleh Agen Minyak Tanah yang selanjutnya akan dikompensasi ke Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Begitu juga dengan sistem distribusi minyak tanah ke Morotai dari FT Tobelo yang menggunakan multi moda (Mobil Tangki dan Kapal).

Pengusulan pengunaan kapal angkut lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini bahwa angkutan BBM menggunakan SPOB (yang memiliki PSA) telah dikomunikasikan untuk sebagai sarana yang lebih safety. Penggunaan SPOB jenis ini dapat meningkatkan harga jual minyak tanah menjadi makin tinggi sehingga penggunaan kapal kayu sebagai moda angkut masih diperbolehkan. Hal ini mengingat harga jual minyak tanah ditetapkan melalui HET untuk masing-masing daerah,” tuntasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.