Slider
294 views

Demo Omnibus Law, Memaksa Mahasiswa Mengeluarkan Jurus Tai Chi Master

Ternate, TeropongMalut.com – Ratusan Mahasiswa dari sejumlah organisasi ekstra kampus yang ada di Kota Ternate pada Selasa (20/10) turun ke jalan mendesak Pemerintah dan DPR-RI segera mencabut Undang-Undang Cipta Kerja atau yang dikenal dengan Undang-undang Omnibus law yang disahkan oleh DPR-RI pada Senin 5 Oktober lalu.

Unjuk rasa yang di lakukan oleh Mahasiswa ini sebagai bentuk protes keras terhadap undang-undang cipta kerja. Mahasiswa rela berjalan kaki menuju kantor walikota melewati taman nukila Ternate sekitar jam empat sore dengan semangat diiring lagu Sorak-sorak bergembira.

Setelah tiba dan melewati gerbang masuk zona perekonomian jalan refolusi ternate dengan langkah cepat wajah yang riang gembira seakan besok sudah ada pencabutan undang-undang omnibu slaw oleh DPR-RI hal ini nampak pada gambar ketika wartawan melakukan peliputan.

FOTO : Aksi Demo Mahasiswa di depan kantor Walikota Ternate

Masa berlari menuju kantor walikota eks gub dengan bentuk formasi yang rapih sampai di depan pintu pagar mereka berhenti sambil orasi menyampaikan aspirasi kemudian yang lain mengatur Ban mobil untuk membakar. Tidak lama orasi kemudian polisi memukul mundur masa aksi, masa aksi mundur meninggalkan api hasil bakar ban.

Setelah mundur sampai di taman kota kurang lebih 15 menit masa balik mengambil posisi menyerang pintu pagar kantor walikota dengan cara tendangan taichi masterm

Mahasiswa orasi menyampaikan peraturan Kapolri nomor satu tahun 2009 di tegakkan agar tidak ada penembakan gas air mata hal ini ada di pasal 5, kata orator, karena dinilai tindakan polisi sangat bertentangan. Mereka juga menyinggung penangkapan 19 mahasiswa tanggal 13/10/2020.

Masa juga menuntut kepada pihak kepolisian untuk menghadirkan gubernur Maluku Utara dan Walikota Ternate untuk menyatakan sikap menolak undang-undang cipta kerja di hadapan demonstran. Hanya tuntutan mereka tidak bisa di penuhi oleh pihak kepolisian. (Samsul)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *