Diduga Kades Tilep Dana Desa, Warga Sula Demo Bupati

Di Desa Nahi Warga Palang Kantor Desa 

SANANA-Teropongmalut.com, Protes pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam wilayah kabupaten kepulauan Sula akhir-akhir ini terus mencuat.

Bayangkan saja, Dalam waktu sehari tepatnya Selasa (14/1) masyarakat dari tiga desa yang berbeda yakni Desa Waisakai Kecamatan Mangoli Utara Timur, Desa Auponhia Kecamatan Mangoli Selatan dan Masyarakat Desa Bajo Kecamatan Sanana Utara. mendatangi Kantor Bupati untuk memprotes pengelolaan dana desa di tiga desa tersebut

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Auponhia Hardiyati, kepada wartawan teropongmalut.com menyampaikan, kedatangan masyarakat dikantor Bupati, Untuk meminta kepada bupati segra memberhentikan Pj. kepala desa Auponhia Bambang Umafagur yang dinilai tidak transparan terhadap masyarakat dalam mengelola Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. 

“Sebagai contoh, Berdasarkan Dokumen APBDES salah satu program yakni kelompok anyaman. dimana kelompok kerajinan ini dianggarkan senilai Rp 12.000.000,-. Sementara Pj. Kepala desa hanya memberikan Rp 1000.000 ke kelompok tersebut” Jelas Ketua BPD Desa Auponhia Hardiyati.

Sementara itu kelompok masyarakat dari desa lainnya yakni masyarakat desa Waisakai kecamatan magoli Utara Timur dan Desa Bajo kecamatan Sanana Utara juga menuntut hal yang sama.

Bedanya dari ketiga desa yang datang, warga asal desa bajo didampingi Aktivis PMII datang dengan menggunakan satu unit truk dilengkapi son sistem dan Bendera merah putih memilih kembali karena kecewa dengan Kasatpol PP H. Zaidun yang tak mengijinkan masa aksi hering terbuka dengan orang nomor satu dikabupaten Kepsul yakni Bupati Kepsul Hendrata Thes.   

Terpisah, Didesa Nahi Kecamatan Sulabesi Barat warga desa tersebut dihari yang bersamaan terpaksa memalang kantor Desa karena kecewa dengan janji Pemkab kepsul kepada warga akan segra melaksanakan uji petik pengelolaan dana desa dan alokasi dana desa dilapangan. Namun penantian masyarakat tak dijawab Pemkab kepsul hingga berbuntut ke Pemalangan kantor desa tersebut. (Adl/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *