Diduga Lakukan Pungli, Oknum Kades Leko Kadai Dikeluhkan Warganya

  • Share

SULA-TeropongMalut.com, Warga Desa Leko Kadai, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum Kepala Desa (Kades) Leko Kadai, dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga.

Oknum Kades Leko Kadai tersebut, diduga menarik uang ke warga dengan jumlah Rp 25.000 per KTP. Hal ini di ungkapkan langsung oleh, La Kasimu, salah satu warga Desa Leko Kadai pada awak media, Selasa (09/11/2021) malam.

“Iya hal itu memang benar, pungutan tersebut dilakukan oknum Kades pada 2017 lalu, dengan jumlah besaran Rp 25.000 per KTP,” ungkapnya.

Kata Kasimu, dalam pengumpulan data serta dokumen warga, pihak Dukcapil sendiri yang turun langsung ke Desa Leko Kadai untuk membantu pembuatan KTP warga.

Ia, menjelaskan bahwa ketika KTP tersebut selesai di buat, pihak Dukcapil menitipkan KTP tersebut ke Kades agar diberikan langsung ke warga. Namun, Kades malah meminta upah kepada warga penerima KTP sebesar Rp 25.000 per KTP.

“Kades mengutus salah satu oknum RT setempat untuk memberikan KTP pada warga, tapi dengan catatan harus bayar Rp 25.000 baru bisa ambil KTP, sedangkan waktu itu warga yang buat KTP berkisaran 200 orang lebih,” bebernya.

Disisi lain, Hamirudin La Haru, yang juga adalah salah satu warga asal Desa Leko Kadai, mengeluhkan hal yang sama.

Hamirudin mengungkapkan, bahwa Amrin La Ode Meko Arham, selaku Kades Leko Kadai juga melakukan pemungutan biaya dalam pembebasan lahan pembangunan jaringan tower mini dari Kementerian.

“Kades Leko Kadai juga meminta uang sebesar Rp 35.000 per KK, dengan alasan untuk membayar lahan pembangunan jaringan tower mini dari Kementerian,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa, Kebijakan tersebut boleh di akukan oleh Kades. Namun, Kades dalam mengambil kebijakan harusnya di buat rapat bersama warga, kemudian menyepakati secara bersama.

“Tanpa rapat, secara tiba-tiba Kades meminta uang ke kita dengan alasan untuk biaya pembayaran lahan pembangunan jaringan tower, inikan aneh,” pungkasnya.

Sementara itu Kades Leko Kadai ketika dikonfirmasi lewat WhatsApp belum dapat memberikan tanggapan. (Fai/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *