Slider

Diduga Manfaatkan Dana Nasabah, Jonny Robert Kelola Dana KUR

Sofifi | TeropongMalut.com – PT. Ikrar Naga Budiana yang berkedudukan di Jakarta, berdasarkan “Surat Perjanjian Kesepakatan Bersama Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat dari Bapak Angkat” Kamis, 02 November 2017 lalu, menunjuk Jonny Robert berdasarkan Surat kuasa dari Direksi PT. Ikrar Naga Budiana (INB) tanggal 01 September 2017 lalu, atas perjanjian kerja sama Antara PT. INB dan Bank Artha Graha Internasional, tbk sebagai Bapak Angkat.

Dengan kapasitasnya Jonny Robert merekrut rekan kerja yang disebut Pendamping dan tersebar dibeberapa Kabupaten Kota diantaranya Kab. Halmahera Tengah, Halmahera Utara, Halmahera Timur dan Kepulauan Sula bahkan di Kota Ternate.

Kurang lebih 1.400 Nasabah yang tersebar di 10 Kabupaten yang mengajukan permohonan Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Artha Graha Cabang Ternate melalui tim yang di tunjuk oleh Jonny Robert.

Dalam pengambilan dan pengumpulan berkas pengajuan Masyarakat untuk mendapatkan pinjaman modal, mereka dibantu oleh Pendamping dengan persyaratan administrasi yang didokumentasikan menggunakan aplikasi AGI Mobile (Aplikasi Resmi Bank Artha Graha)

Dengan platfoam pinjaman sebesar Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) berdasarkan ketentuan yang berlaku dengan suku bunga 9% subsidi tahun 2017 ke nasabah yang dicairkan melalui Jonny Robert berdasarkan surat kuasa dari nasabah.

Dari Rp. 25 juta tersalur ke kurang lebih 1.400 Nasabah sebesar Rp. 5 juta dipotong 6 bulan setoran maka yang diterima Nasabah Rp. 4.040.000 (empat juta empat puluh ribu) Ironisnya, beberapa Nasabah menerima pesan Notifikasi dari Bank Artha Graha bahwa “pengajuan pinjaman mereka telah dicairkan berdasarkan platfoam, yakni Rp. 25 juta sementara yang diterima Nasabah hanya Rp. 4.040.000 dari Rp. 5juta.

Lebih parahnya lagi nasabah yang sebelumnya terdata mendapatkan kucuran dana dari Bank Artha Graha namun, tidak pernah menerima dana dari Bank, pendamping maupun Jonny Robert sendiri.

Abdul Rajak (Ong Nama Sapaan) merupakan salah satu pendamping yang di tunjuk Jonny Robert mengungkapkan bahwa “hal itu benar adanya karena pernah disampaikan Jonny ke kita selaku pendamping, yang menjadi tidak jelas ini kenapa Para nasabah yang menerima Uang sebesar Rp. 5 juta dipotong 6 Bulan angsuran maka yang diterima Nasabah Rp. 4.040.000 itu memiliki tunggakan di Bank sebesar Rp. 18.000.000 dan bahkan besar setorannya Rp 798.000, kita juga sejak Tahun 2017 hingga saat ini tidak dibayar (Gaji) Jonny Robert tapi, setiap masalah yang terjadi pada nasabah kita selalu di libatkan bahkan sampai berurusan dengan Polisi hingga saat ini” Terang Ong saat dikonfirmasi Teropongmalut.com di Sofifi Sabtu, 10/11/19.

Masih kata Ong, “Kita sebagai pendamping juga dijanjikan Jonny Robert akan diberikan Modal Usaha sebesar Rp. 5 juta per Nasabah dan itu berlaku untuk semua pendamping yang ditunjuknya, sementara kurang lebih 90 Nasabah yang berhasil saya input datanya lewat aplikasi hingga saat ini tidak ada sepersenpun yang saya terima dari Jonny baik upah, insentif atau bantuan modal yang dijanjikan Jonny Robert dan kita juga tau kalo ternyata benar Nasabah telah mendapat pinjaman sebesar Rp. 25.000.000 itu dari laporan mereka via telpon” Tambahnya.

Hal itu,mencuak ketika Dewi Ismail sala satu Nasabah yang mengajukan pinjaman ke Bank BRI namun, ditolak dengan alasan Masih memiliki Utang pinjaman sebesar Rp. 18.000.000 (Delapan Belas Juta Rupiah) setelah beberapa bulan mengajukan pinjaman di bank artha graha namun tidak ada informasi dari Bank Artha Graha.

“Saya juga bingung, karna tidak pernah menerima sejumlah Uang baik dari Bank Artha Graha maupun dari pendamping yang ditunjuk atau Jonny Robert, tiba-tiba Kok saya harus menyelesaikan pinjaman sebesar Rp. 18 Juta selang beberapa waktu saya juga diberikan surat oleh Jonny Robert yang menerangkan bahwa pinjaman saya sudah terbayar lunas di Bank Artha Graha, sayapun menyertakan surat itu sebagai persyaratan di BRI dan Alhamdulillah saya diberikan pinjaman” Terang Suami Dewi saat dikonfirmasi teropongmalut.com.

Hal yang sama juga terjadi pada Nurfarida Djabir, dihadapan wartawan teropongmalut.com Suami Nurfarida Mengaku tidak bisa mengajukan pinjaman ke Bank karena harus lunasi Utang pinjaman di Artha Graha sebesar Rp. 18 juta.

Berdasarkan hasil investigasi teropongmalut.com terdapat bukti berupa kertas print yang dikeluarkan Bank BRI milik Nurfarida sebagai nasabah yang memiliki utang di Bank Artha Graha, anehnya disitu tercatat kurang lebih dua kali angsuran Nurfarida berasal dari rekening Jonny Robert sebesar Rp.760.000/bulannya.

Sementara itu, Jonny Robert menerangkan bahwa “Nasabah memang mendapatkan pinjaman sebesar Rp. 25 juta tapi, dicairkan bertahap Rp. 5 juta dulu sedangkan Rp. 20 juta dipindahkan ke rekening Nasabah untuk tabungan karena nasabah memiliki dua Rekening yakni rekening kredit dan tabungan nah ketika mereka tidak mengansur akan ditarik dari Rp. 20juta di rekening mereka itulah sebabnya sisa pinjaman mereka menjadi Rp. 18 juta”kata Jonny saat dikonfirmasi teropongmalut.com di sofifi 09/11/19. (Nawir)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *