Diduga Selewengkan Dana Desa Ratusan Juta, Kades Leko Kedai Diadukan ke Inspektorat

  • Share

SULA-TeropongMalut.com, Saleh La Pada, salah satu perwakilan warga Desa Leko Kadai Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara melaporkan sejumlah item kegiatan Dana Desa pada Desa Leko Kedai, kepada Inspektorat Kepulauan Sula untuk diaudit.

Adapun laporan dugaan korupsi disampaikan Saleh La Pada, kepada Inspektorat pada Senin (19/10). Pihak yang diduga menyelewengkan dana desa adalah Kades Leko Kedai Amrin La Ode Meko Arham.

Dalam laporan tersebut, Saleh La Pada melampirkan beberapa item pekerjaan pada anggaran Tahun 2018, 2019, dan 2020, yang diduga sengaja tidak di kerjakan oleh Amrin selaku pimpinan sekaligus pengguna anggaran di desa.

Berikut lampiran beberapa item pekerjaan yang diduga tidak di kerjakan alias fiktif antara lain :

1. Pembangunan talud penahan tanah dengan volume ukuran 2,70×51,60 m, di tahun 2019 dengan besaran pagu anggaran Rp 230.644.000, berdasarkan APBDes proyek itu di kerjakan tanggal 13 Maret 2019, diduga fiktif.

2. Pengadaan internet desa tahun 2020 dengan besaran pagu anggaran Rp 12.000.000,- diduga fiktif karena hingga tahun 2021, desa tidak memiliki sarana internet.

3. Pengadaan penerangan petani berupa tenaga surya (panel solar + accu 50 A + inventer 1200 watt) sebanyak 17 paket yang bersumber dari DD tahun 2019 dengan besaran pagu anggaran Rp 52.700.000,- diduga fiktif karna hingga tahun 2021 tidak ada, sehingga petani membeli sendiri.

4. Pengadaan kawat duri 157 gulung yang bersumber dari DD tahun 2019 dengan besaran pagu anggaran Rp. 15.000.000,- diduga fiktif karna di tahun 2019 tidak pernah ada pembuatan kandang peternakan.

5. Pengadaan pupuk Furadam 3G, 80 bungkus yang bersumber dari DD tahun 2019 dengan besaran pagu anggaran Rp 4.000.000,- diduga fiktif, karna di tahun 2019 tidak pernah ada pengadaan dan pembagian pupuk dari desa.

6. Pengadaan mesin alkom 1 unit di tahun 2020 dengan besaran pagu anggaran Rp 5.000.000,- diduga fiktif, karena hingga kini tahun 2021 ini, tidak pernah ada mesin alkon dari desa.

7. Pengadaan obat tablet amaroppo plus (Vitamin C) di tahun 2020 dengan besaran pagu anggaran Rp 2.329.900,- diduga fiktif karena obat tersebut seharusnya di peruntukan untuk masyarakat terdampak Covid-19, tapi hingga kini obat tersebut tidak pernah di bagi.

8. Pengadaan 1 unit warles untuk PAUD Desa Leko Kadai di tahun 2019 dengan besaran pagu anggaran DD Rp. 4.500.000,- diduga fiktif, karna di tahun 2019 PAUD tidak pernah menerima warles dari desa.

9. Pengadaan 2 buah taman baca di tahun 2018 dengan besaran pagu anggaran DD Rp. 32.865.000,- diduga fiktif, karna sepanjang tahun 2018 hingga tahun 2021 taman baca tersebut tidak pernah ada.

10. Dana BUMDes tahun 2018 sebesar Rp. 88.378.500,- dan tahun 2019 sebesar Rp. 91.028.246,- masih dalam tanda tanya, karena hingga kini masyarakat tidak pernah tau siapa saja pengurus BUMDes Leko Kadai sebab tidak pernah ada pemilihan atau masyawarah pembentukan BUMDes.

11. Pengadaan bibit cengkeh sebanyak 2.300 pohon dengan besaran pagu anggaran yang bersumber dari DD Rp. 57.500.000,- diduga fiktif, karena selama kurun waktu di tahun 2018 masyarakat tidak pernah menerima pembagian bibit cengkeh, di buktikan dengan bibit yang di serahkan ke kelompok jemaat Kristiani, ternyata di tagih oleh Kasim salah satu warga setempat.

12. Penunjangan ibu-ibu majelis ta’lim di tahun 2018 dengan besaran pagu anggaran Rp 6.248.512,- diduga fiktif, karena di tahun 2018 ibu-ibu majelis ta’lim tidak pernah menerima uang tersebut.

Berdasarkan beberapa item pekerja yang diduga fiktif dari tahun anggaran 2018-2020 berkisaran Rp. 364.038.900. Sedangkan pekerjaan yang tidak sesuai volume pagu anggaran dari tahun 2018-2020 berkisar Rp 481.166.746, serta BUMDes tahun 2018 sebesar Rp 88.378.500, dan BUMDes tahun 2019 sebesar Rp. 91.028.246.

Sementara itu Kades Leko Kadai Kepsul belum dapat di konfirmasi karena kendala jaringan telekomunikasi. (Fai/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *