Slider

Diduga Tak Miliki Dokumen, Puluhan Meter Kubik Kayu MG ditahan Krimsus

Halteng, TM.com – Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media bahwa Krimsus Polda Malut baru-baru ini telah berhasil menahan tujuh unit mobil dumptruk pemuat kayu olahan dari dua Kabupaten yakni asal Halteng dan Halsel.

Ketujuh dumptruk pemuat ratusan meter kubik kayu olahan (illegal) tersebut diduga tidak dilengkapi dengan dokumen industri sama sekali sehingga dinilai telah merugikan negara karena tak membayar pajak ke negara,” jelas sumber yang enggan identitasnya dipublikasi kepada awak media Minggu, (29/03/2020) kemarin.

Menurut sumber bahwa Krimsus Polda Malut telah mengamankan hasil hutan kayu olahan dari tujuh unit dumptruk itu di salah satu pangkalan yang memiliki industri di Ternate yakni Mas Hendro sambil menunggu proses lelang puluhan kubik kayu olahan tanpa dokumen itu,” tandas sumber.

“Sementara ketujuh unit dumptruk tersebut dikembalikan ke Krimsus Polda Malut sebagai barang bukti,” katanya

Sumber terpercaya ini juga menyampaikan bahwa pemilik kayu tersebut sebanyak empat orang. Dua orang asal Weda Kabupaten Halmahera Tengah dan dua orang lagi asal Fida Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan. Keempat pemilik kayu olahan tanpa dokumen itu berinisial MG dan AL asal Halteng. Sementara RF dan HF asal desa Fida Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan,” jelas sumber kepada awak media.

Rencananya puluhan kubik kayu olahan itu lanjut sumber akan di lelang oleh Krimsus Polda Malut karena tak dilengkapi dengan dokumen industri karena dinilai pelaku atau pengusaha tersebut telah merugikan negara, karena sejauh ini keempat pelaku tidak pernah membayar pajak ke negara, dan ini pidana,” tambahnya.

Terkait perihal diatas, MG pemilik kayu olahan saat dikonfirmasi soal kayu tersebut via pesan watshapp Minggu, (29/03/2020) pukul 21.15 WIT tadi tak mengakui lima unit dumptruk yang memuat puluhan meter kubik kayu olahan tanpa dokumen bukan miliknya. “Salah info tu, yang dapa tahan tu orang Payahe dan Gita,” jelasnya singkat.

Sementara RF asal Fida ini saat dikonfirmasi via sambungan telpon genggam menyampaikan bahwa kayu yang ditahan itu bukan miliknya (RF) tetapi milik MG warga desa Wairoro Halteng.

“Kayu yang ditahan itu bukan punya saya, itu punya MG, beliau MG hanya pake saya pe oto (dumptruk) dalam pemuatan kayu olahan milik MG,” jelas RF asal Fida kepada awak media Selasa, (31/3/20) siang tadi via sambungan telpon. (Ode)

Foto Ilustrasi : Dumtruk Kayu Weda




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *