Slider
101 views

Dinas ESDM Provinsi Malut: Perusahaan Tambang Belum Ada Limbah Dibuang ke Laut

Sofifi-Teropongmalut.com, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku Utara mengungkapkan bahwa sampai dengan saat ini belum ada satupun perusahaan tambang yang membuang sisa-sisa limbah tambang ke dalam laut sebagaimana yang ramai diberitakan akhir-akhir ini. Demikian dijelaskan Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara Hasim Daeng Barang, kepada wartawan di Kota Ternate Selasa (16/02).

Foto: ilustrasi Pembuangan limbah cair

Hasim Daeng Barang menjelaskan sebelumnya pihaknya diundang oleh gabungan Komisi II dan Komisi III DPRD Provinsi Malut pada Senin (15/02) kemarin untuk mengkonfirmasi perihal izin Pembuangan Tailing ke Laut oleh grup PT Harita yang beroperasi di Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam Kesempatan rapat gabungan komisi DPRD Provinsi Malut itu Hasim menjelaskan bahwa perusahaan tambang memiliki IUP. Namun begitu pihak gabungan komisi DPRD Provinsi Malut ingin mengetahui seperti apa izin pembangunan sisa-sisa limbah ke laut. “Masalah itu sebenarnya merupakan masalah lingkungan yang menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup, kami dari Dinas Pertambangan menerangkan bahwa izin untuk perusahaan tersebut legal secara administrasi” jelas Kadis ESDM Provinsi Malut Hasim Daeng Barang.

Sebelum ada pertemuan dengan komisi II dan komisi III lanjut Hasim, pihaknya telah meminta pihak perusahaan tambang Nikel itu untuk memaparkan terkait dengan proses pembuangan sisa-sisa limbah. “sampai dengan dia pe tempat penampungan, sampai sekarang belum ada Pembuangan Tailing ke dalam laut” jelasnya.

Dari pihak Komisi III lanjut Hasim, ingin melihat secara langsung proses pembuangan sisa-sisa limbah tambang Nikel itu. “Perusahaan tambang Nikel itu pada prinsipnya tidak keberatan dengan kunjungan dari Komisi III DPRD Provinsi Malut. Cuma karena pandemi Covid-19 sehingga protokol Kesehatan di perusahaan tambang agak sedikit ketat, jika komisi III dan II ingin melihat langsung ke lokasi harus melewati beberapa proses Kesehatan” katanya.

Karena ketatnya proses protokol Covid-19 akhirnya Komisi III merencanakan pertemuan dengan perusahaan tambang Nikel PT Harita Grup pada Rabu (17/02) di Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan.”nanti dari pihak perusahaan tambang Nikel memaparkan melalui video. “Dari Komisi III lebih condong kepada izin Penggunaan air, itu sudah dijelaskan oleh PTSP sama Dinas Kelautan dan Perikanan karena itu memang ranah mereka. Sementara kami dari ESDM diminta untuk mendampingi saja” jelas Kadis ESDM.

Meski begitu lingkungan menjadi tugas pengawasan dan monitoring dinas ESDM terkait dengan penambangan. Tetapi yang lebih pas melakukan pengawasan adalah Dinas lingkungan hidup. “Proses pembuangan Tailing sejauh ini belum mendapat izin dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLHK) karena masih dibahas di kementerian, yang sekarang adalah mereka (perusahaan tambang) menggunakan hidro untuk pembakaran Pembuangan nikel sisa-sisa hasil olahan dan itu sementara ditampung di tempat penampungan di darat bukan di laut, itu yang komisi III mau menyaksikan apakah itu ada tercemar atau tidak” kembali Kadis ESDM menjelaskan.

Pihak Grup PT Harita pada pertemuan dengan gabungan Komisi II dan Komisi III di Labuha akan memaparkan alur pembuatan Nikel mulai dari tanah hingga menjadi nikel. “Jadi PT Harita membawahi Lima anak perusahaan tambang Nikel yang juga beroperasi di Pulau Obi akan memaparkan soal Proses Pembuangan limbah secara komprehensif” pungkasnya. (Dar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *