Dr Syahril: Memajang Spanduk, adalah cara yang tidak santun dalam dunia pendidikan

  • Share

Halsel-Teropong Malut.com, Pemboikotan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kabupaten Halmahera Selatan, yang di lakukan oleh para guru di sekolah itu menuai kecaman dari Akademisi Universitas Khairun (UNKHAIR) Ternate Dr Syahril Muhammad.

Kepada TeropongMalut.com di Kota Ternate Minggu (31/10) Akademisi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun (FKIP-Unkhair) Ternate Dr. Syahril Muhamad Menilai polemik yang terjadi di SMA Negeri 2 Halsel harus diselesaikan dengan cara-cara yang beradab dan bukan dengan cara menggelar spanduk sambil memboikot aktivitas sekolah.

“Cara-cara menggunakan spanduk dan pemboikotan seperti ini, tidak mencerminkan lembaga pendidikan dan lembaga pencerdasan,” tegas Dr Syahril.

Kalu itu di anggap sesuatu yang salah dan keliru, lanjut Dr Syahril, yang dilakukan oleh Plt Kepala Sekolah kan ada Cabang Dinas di Kabupaten yang harus turun tangan untuk menyelesaikannya.

“Kalau guru-guru suda memanjang spanduk dengan mengatas namakan warga sekolah, itu bukan bertanda sekolah itu maju. Karna kepala sekolah adalah penanggung jawab,” kesalnya.

Maju tidaknya sekolah Kata Dr Syahril, harus diukur berdasarkan ukuran kinerja seluruh komponen, yang terlibat didalamnya. Termasuk kepala sekolah, guru-guru di sekolah, cabang dinas  Kabupaten, dan Dinas Pendidikan Provinsi yang kolaboratif.

“Kami sebagai akademisi melihat dengan cara guru-guru memanjang spanduk dengan menyatakan Plt Kepsek bermasalah, bagi saya ada salurannya. Saya tidak membela Plt Kepsek, namun dilihat adalah pola dan tindakan kita seperti ini, tidak memberikan dampak positif, bagi pengembangan sekolah. Kalau ada masalah kita selesaikan masalah bukan menambah masalah,” ajaknya.

“Memanjang spanduk di sekolah lalu diposting di media-media sosial merupakan salah satu cara yang tidak santun dalam dunia pendidikan,” sesal Dr Syahril.

Sementara itu Dosen Hukum Tata Negara FKIP Unkhair Rusdi Hasan SH,MH. Juga menilai sebagai PLT kepala SMA N 2 Halmahera Selatan tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan atau memecat para guru PTT maupun Honorer.

meskipun status kepegawaian mereka bukan ASN, berdsarkan Ketentuan perundang-undangan yang berlaku seorang PLT dilarang untuk mengambil keputusan atau tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan status Hukum, diantaranya termasuk pemberhentian para guru. (Tamsil/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *