Slider

Dua Mantum PMII Nilai Aksi PMII Ditunggangi

SANANA TM – Aksi Demontrasi yang dilaksanakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kepulauan Sula 29 Juni 2020 pekan kemarin.Mendapat kritik keras dari dua mantan ketua umum PMII yang juga selaku Pengurus Ikatan Alumni PMII Cabang Kepulauan Sula Iksan Umasugi dan Surahman Kemhay.

Mantan Ketua Umum PMII Cabang Kepulauan Sula Iksan Umasugi menilai Aksi yang membawa lembaga PMII Cabang Kepulauan Sula pada 29 Juni 2020 pekan kemarin, bagian dari opini liar yang dikembang ke publik bahkan aksi tersebut ditunggangi oleh pihak pihak tertentu.

Iksan, bahkan merasa kecewa dengan cara berfikir adik adik ditubuh organisasi PMII cabang Kepulauan Sula yang dalam melaksanakan agenda agenda di tubuh PMII termasuk Aksi tidak melalui kordinasi ke sahabat sahabat baik ke tingkat komisariat dan rayon .olehnya itu aksi yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2020 itu dinilai telah ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu.sebab sebagai kader PMII dituntut untuk cakap dalam memberikan ilmu pengetahuan.namun apa yang disampaikan oleh segelintir kader PMII bagian dari opini liar alias membohongi publik.

Iksan melanjutkan, Kaitan dengan materi aksi berupa sorotan sejumlah infrastruktur yang dinilai sarat korupsi sangat keliru.sebab Ade Ade PMII terlalu berlebihan dalam mengambil sikap, seolah-olah mereka adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau lembaga berkompeten yang memiliki kewenangan untuk mengaudit keuangan daerah.

Ia meragukan segelintir kader PMII dalam menyampaikan bobotan aksi.karena tidak dijelaskan item item mana yang dikoropsi dan mana yang jangan jangan sudah dikembalikan ke khas negara.sebab jika terjadi kekurangan volume pada suatu pekerjaan maka masih ada tahapan pengembalian.olehnya itu Ade Ade PMII sangat tidak memiliki kemampuan konseptual sehingga aksi yang dilakukan hanya untuk melempar opini liar dan yang sangat disesalkan adalah rakyat dibohongi dengan aksi yang dilaksanakan oleh PMII Kabupaten kepulauan Sula.

,”Ade Ade PMII keliru dalam menetapkan mana nilai proyek dan mana angka yang dikorupsi, sebab yang disampaikan adalah nilai secara kolektif.padahal terdapat mekanisme pengembalian kerugian daerah yang juga harus diperhatikan oleh Ade Ade PMII, kalau seperti ini bisa jadi Ditunggangi dan hanya untuk melempar opini liar ke publik”kata, Iksan Umasugi.

Mantan Ketua Umum PMII Iksan Umasugi juga menambahkan, Apabila Sahril Soamole yang merugikan masyarakat atau bohongi publik tidak masalah tetapi atas nama lembaga PMII selaku mantan ketua umum PMII dan Pengurus Ikatan Alumni PMII sangat merasa kecewa dan sesal degan cara berfikir segelintir Ade Ade PMII yang menurutnya sangat mudah dimanfaatkan.

Hal senada juga disampaikan, Mantan ketua umum PMIII yang ke 10 Surahman Kemhay.Surahman menilai aksi yang dilaksanakan segelintir kader PMII dilakukan tanpa konsultasi ke Alumni termasuk dirinya selaku mantan ketua umum.olehnya itu ia menilai ada setingan yang menguntungkan seseorang melalui aksi tersebut .hal ini jika dibiarkan terus menerus maka dipastikan PMII mengalami stagnasi yang luar biasa.

Sementara itu Ketua Umum PMII Cabang Kepulauan Sula Sahril Soamole,saat dikonfirmasi Menyampaikan, Aksi yang dilaksanakan oleh PMII Cabang Kepulauan Sula merupakan Aksi murni tanpa ada tendensi politik dari siapapun,”Gerakan yang dilakukan murni bukan ditunggangi,apa yang dituduhkan sangat tidak benar, selaku ketum PMII terpilih saya terus berjuang menjaga nama baik organisasi”Jelas Ketum PMII Sahril Soamole. (Adl)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *