Dugaan Korupsi Pembangunan Puskes Sulamadaha Sudah ada Calon Tersangka

Ternate-Teropongmalut.com, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Ternate Adri E Pontoh,, menegaskan penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Sulamadaha saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan. “Karena kasus ini sudah masuk dalam tahap penyidikan maka calon tersangka pasti ada, hanya saja kita belum bisa umumkan karena masih menunggu hasil penghitungan jumlah kerugian negara dari BPK-P, jika sudah ada hasil kerugian keuangan negara dari BPK-P maka kita umumkan siapa-siapa calon tersangkanya,” demikian dijelaskan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Ternate Adri E Pontoh, saat disambangi teropongmalut.com, disela-sela peringatan hari Anti Korupsi Internasional dengan cara bagi-bagi stiker anti korupsi di Taman Nukila Senin (09/12).

Dugaan Kerugian Negara Puskesmas Sulamadaha lanjut Adri, diperkirakan sekitar lebih dari Rp 500 juta. Namun demikian dia belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil hitungan BPK-P soal jumlah kerugian keuangan negara.

“Semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan pembangunan puskesmas Sulamadaha sudah diperiksa, karena status kasus itu sudah dalam tahap penyidikan, dan sementara perhitungan kerugian negara oleh BPK-P” jelas Kasi Pidsus

Dugaan korupsi itu terjadi lanjut Adri, karena diduga ada aitem-aitem pekerjaan yang dikerjakan tidak sesuai dengan kontrak atau RAB. “Aitem-aitem pekerjaan seperti kayu, beton, ada yang tidak sesuai dengan kontrak dan RAB” jelasnya.

Sementara itu mantan Kadis Kesehatan Kota Ternate Nurbaity Radjabesi, kata Adri, sudah dimintai keterangan oleh penyidik kejari ternate sejak tahap penyelidikan maupun tahap penyidikan.

Untuk calon tersangka pasti ada, cuma belum bisa diumumkan karena masih menanti hasil audit kerugian keuangan negara. “Kalau sudah ada hasil perhitungan kerugian negara baru kita umumkan siapa-siapa tersangka dalam kasus itu” kata Kasi Pidsus Kejari Ternate Adri E Pontoh. (dar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *