Fo Ma Peta Kembali Mengecam Pemkot Agendakan ICCF Pudarkan Ritual Adat Ternate

Ternate | Teropomgmalut.com, Front Masyarakat Dan Pemudah Ternate (Fo Ma Peta) Kembali melaksanakan aksi unjuk rasa yang ke dua kalinya terkait penolakan Coho Gia Kolo Kie yang di gelarkan Pemerintah Kota (Pemkot) melalui agenda Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) pada selasa (02/09).

Dari pantauan Teropongmalut.com aksi demonstrasi bertempat didepan Kantor Camat Ternate Utara pukul 10.15 WIT dengan melakukan pomboikotan jalan raya menuju lapangan terbang Bandara Babullah Ternate, Selasa (03/09).

Kordinator lapangan (Korlap) Hasrul ditengah-tengah masa aksi kepada awak media, Selasa (03/09)menyampaikan, aksi ini tidak lain dan tidak bukan adalah menolak Coho Gia Kololi Kie (Pegang tangan peluk gunung) yang sangat melanggar nilai adat seatorang yang selama ini diyakini orang Ternate

“Selama ini Orang Ternate hanya mengenal Kololi Kie sebagai ritual adat yang punya makna spiritual tersendiri” Katanya

Lebih lanjut Haarul menerangkan, aksi yang dilakukan merupakan aksi lanjutan atau aksi kedua. Karena sampai saat ini Pemkot tidak mengambil langkah dan merespon apa yang menjadi tuntutan itu. Sementara Hasil koordinasi kami dengan Kesbangpol didepan Kantot Camat Ternate Utara kemarin bahwa, akan di adakan hering bersama pihak Kadaton Kesultanan Ternate. Tapi sampai saat ini tidak ada kepastiam sama sekali.

“Kami menunggu janji dari kesbangpol bahwa aksi pada (30/8) kemarin akan diadakan hering tepatnya pada jam 3:00 di kedaton namun, kenyataannya hingga sampai sekarang ternyata tidak ada keterpanggilan untuk mengkordinasi masalah tersebut,” Terangnya

Selain dari itu menurut Hasrul ritual Kololi Kie itu berasal langsung dari kadatan Kesultanan Ternate, bukan dari Kantot Walikota atau komonitas-komonitas yang buat diri pandai.

“Ritual kesultanan tidak ada cerita istilah pegang tangan keliling gunung, ini merusak adat dan kebiasaan ritual Kololi Kie. Maka dari itu, ini salah satu bentuk, kepedulian kami masyarakat dan pemuda Ternate menolak keras salah satu agenda ICCF yang salah satu itemya tercantum Coho Gia Kololi Kie dengan alasan tidak berlandas pada norma dan agama.

Sebab kata Coho Gia adalah kata penangkapan sedangkan menggunakan bahasa Ternate yang baik dan lembut untuk didengar adakah gugu, foma gugu gia yang artinya memengang. Untuk itu kami berharap agar pemerintah segera mengambil langkah segera memutuskan yang namanya Coho Gia, kalau di biarakan terus menerus adat istiadat Ternate akan kehilangan identitas dan maknanya,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *