Slider
138 views

FPII Malut, Tegaskan Stop Kekerasan Terhadap Wartawan

Ternate, TeropongMalut.com – Tindakan represifitas aparat kepolisian kembali lagi menghantam para Wartawan, kali ini Tindakan tersebut datang dari satuan Kepolisian daerah Maluku Utara (Malut), kekerasan serta diiringi ucapan serampangan oleh oknum polisi yang meremehkan undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 membuat Junaedi Abdul Rasyid Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) wilayah Maluku Utara harus angkat bicara.

Junaedi menegaskan, bahwa tindakan oknum kepolisian itu sangatlah sudah keterlaluan dan harus di tangani serius Internal kepolisian, menurut Junaedi bagaimana tidak, teriakan bernada tinggi dari salah satu oknum kepolisian yang mempertanyakan”Undang-undang apa ngoni punya?, Sembari mendorong dan mengusir para jurnalis itu.

Dalam pandangan Junaedi, pihak polisi dinilai diduga telah menggunakan kekuatan yang berlebihan hingga sampai-sampai kerja-kerja jurnalistik yang kekuatannya berpayung konstitusional pun ikut terseret dalam tindakan pencekalan peliputan.

Lanjut kata Junaedi, perlakuan buruk yang didapatkan para wartawan saat bertugas meliput aksi demonstrasi mahasiswa terhadap Undang-Undang Omnibus Law didepan kantor Wali kota Ternate. Selasa, 20 Oktober.

Kejadian itu terjadi, Selepas para wartawan beranjak menaiki lantai dua Kantor Walikota, lantaran ada salah satu massa aksi yang diamankan polisi menuju lantai tersebut.

“Harusnya oknum polisi tidak seenaknya mengusir wartawan menjalankan tugas jurnalistik, Wartawan diberikan hak oleh undang undang untuk menjalankan tugas Peliputannya. Sebab itu, siapapun yang menghalangi Pekerjaan Pers adalah anti undang undang.”Tegas Junaedi.

Seturut dengan kejadian itu, Junaedi mengecam kekerasan dan pencekalan peliputan yang telah dilakukan oleh oknum aparat kepolisian, Junaedi juga meminta kepada pihak petinggi aparat polisi yang ada di Polda Malut, agar segera ambil tindakan terhadap oknum anggota polisi yang bersikap arogansi tersebut. (Rahmat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *