GAMHAS Sektor Unibra Gelar Aksi Tolak Pengeshan RUU OMNIBUS LAW

Sofifi, TeropongMalut.com – Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) sektor Unibra pada pukul 08.00, Senin (03/23), gelar aksi terkait penolakan pengesahan RUU OMNIBUS LAW. Sentral aksi difokuskan di wilayah kampus, lampu merah, DPRD I dan Pelabuhan Spit.

Menurut Kordinator lapangan (Korlap) Sahdi kepada awak media di tengah-tengah masa aksi bahwa, pengesahan RUU OMNIBUS LAW merupakan undang-undang sektoral yang berakibat buruk pada buruh sehingga tidak lagi mendapatkan hak selayaknya, bahkan dapat berimbas pada lowongan para pekerja.

” Hal ini, tidak sedikitpun memeberikan peluang para buruh dalam menaruh hidupnya yang semakin sempit, akhirnya dapat melahirkan banyak pegangguran” Katanya

Lebih lanjut Sahdi menegaskan, problem tersebut melalui hasil kajian kritis GAMHAS lewat beberapa data advokasi dan mengikuti perkembangan negara lewat media, hingga sampai hari, ternyata negara tak lagi pro terhadap rakyatnya, sehingga isu sentral yang menjadi tuntutan penting yang disodorkan ke pemerintah yakni, tolak rancangan UU OMNIBUS LAW, tolak reklamasi di Kota Ternate, wujudkan pendidikan gratis, wujudkan kesehatan gratis, Stop penggusuran yanah rakyat, tolak 313 IUP, stop kekerasan terhadap perempuan, stop PHK terhadap buruh lokal, dan naikan harga komoditi petani.

Tak hanya itu saja, mereka juga menyampaikan isu-isu lokal dalam aksinya seperti harga komoditi pala, cengkeh, dan kelapa, yang sampai detik ini belum tuntas dibijaki pemerintah provinsi Maluku Utara.

Ia juga berharap gerakan ini, pemerintah dan instansi terkait dapat membuka mata, mendengar suara aspirasi yang disampaikan
agar secepat mungkin merialisasikan tantutan-tuntutan itu.

” Persoalan kemaslahatan ummat manusia yang terjadi sekarang seharusnya pemerintah mengambil satu langkah menyelesaikan begitu banyak problem yang dihadapi rakyat sekarang,” pungkasnya. (kj/Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *