Slider

Gara-Gara GOR, Mantan Kasubag Pertanahan Halteng Jadi Tersangka

Halteng, TM.com – Akibat dari pembebasan lahan GOR Fagogoru yang dibayar tak sesuai prosedur dan mekanisme oleh Bagian Pemerintahan Pemkab Halteng, akhirnya menyeret mantan Kasubag Pertanahan Bagian Pemerintahan Mochammad Syukur Abbas yang biasa disapa Rani ini oleh Kejaksaan Negeri Weda.

Ini berdasarkan surat penetapan tersangka kepada mantan Kasubag Pertanahan itu dalam kasus pengadaan pembebasan tanah atau lahan untuk pembangunan GOR. Surat penetapan tersangka bernomor B-623/0.2.15/Fd.1/11/2019 tanggal 4 November 2019 atas nama Mochammad Syukur Abbas. Penetapan status tersangka berdasarkan surat perintah penyidik Kepala Kejaksaan Negeri Weda Nomor PRINT-84/0.2.15/Fd.1/10/2019 tanggal 22 Oktober 2019,” jelas Kasi Pidsus Jefri Andi Gultom,SH saat di konfirmasi Rabu, (14/11/2019) kemarin diruang kerjanya.

Tersangka dijerat pasal 12 UU Tipikor karena sesuai hasil pemeriksaan yaitu kwitansi yang disampaikan oleh Bagian Tata Pemerintahan serta keterangan sejumlah saksi atau warga pemilik lahan yang sudah diperiksa. Dari hasil pemeriksaan memang tidak sesuai pembayaran harga yang dicantumkan didalam kwitansi.

“Harga dalam kwitansi tidak sesuai dengan yang diterima pemilik lahan, termasuk pembayaran yang diterima 58 orang itu yang ternyata angkanya bervariasi dalam pembayaran lahan tersebut,” ungkap Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Weda.

Hingga berita ini ditayangkan mantan Kasubag Pertanahan Mochammad Syukur Abbas belum bisa dikonfirmasi. Namun beberapa sumber mengaku bahwa tersangka membenarkan adanya surat penetapan tersangka atas dirinya. (Ode/Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *