Hadapi pileg dan pilpres 2024, KPU Halut perbaharui data pemilih melalui Rakor

  • Share

Halut-TeropongMalut.com, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Halmahera Utara pada Kamis (30/09) menggelar rapat koordinasi terkait pemutahiran data pemilih triwulan III tahun 2021. Rakor digelar di Ballroom Greenland Hotel Tobelo.

Hadir dalam rapat koordinasi Ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Halmahera Utara, kepala dinas kesbangpol, dandim 1508 kabupaten halmahera utara, kapolres kabupaten halmahera utara, kepala lembaga pemasyarakatan kabupaten halmahera utara, Wakil Ketua DPRD Halut serta pengurus partai politik kabupaten Halut.

Rakor digelar sebagai tindak lanjut Surat Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor : 132/PL.02.1-SD/01/KPU/II/2020 Perihal Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2020.

KPU Kabupaten Halmahera Utara berkewajiban melakukan pemutakhiran dan memelihara data Pemilih secara berkelanjutan dan berkala dengan memperhatikan data kependudukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua KPU Halmahera Utara, Muhammad Rizal, kepada Teropongmalut.com via telpon mengatakan bahwa, Rakor bertujuan untuk menampung saran dan masukan terkait data pemilih berkelanjutan dari Instansi terkait dan Parpol.

“Selain itu kami menyiapkan etalase penyaluran informasi berbasis online dan offline bagi masyarakat yang mengetahui data terkait TMS, yaitu Pensiunan TNI & Polri dan orang meninggal,” jelasnya.

Terpisah Anggota KPU Halut Divisi Program dan Data Ircham Puni menyampaikan, sebelum Rapat Koordinasi digelar, KPU Halut masih melakukan pendataan secara langsung ke instansi Polri dan TNI serta melakukan supervisi dan monitoring ke desa-desa guna memperoleh data pemilih TMS yang akurat dan akuntabel.

Lebih lanjut Kordinator divisi data pemilih mengatakan bahwa rapat koordinasi dilaksanakan dalam rangka melaksanakan pemutahiran data pemilih berkelanjutan sesuai amanat UU Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum.

1. Pasal 14 huruf (l), KPU berkewajiban melakukan pemutakhiran dan memelihara
data pemilih secara berkelanjutan dengan memperhatikan data kependudukan
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;

2. Pasal 20 huruf (l), KPU Kabupaten/Kota berkewajiban melakukan pemutakhiran
dan memelihara data pemilih secara berkelanjutan dengan memperhatikan data
kependudukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;

3. Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2017, Pasal 27 ayat (3),menyatakan setelah
pemungutan suara, KPU/KIP Kabupaten/Kota memasukan data DPTb pada
Informasi Data Pemilih guna Pemutakhiran Data Pemilih berkelanjutan untuk
Pemilihan atau Pemilu berikutnya;

4. Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018, Pasal 58 ayat (1), menyatakan KPU menggunakan hasil kegiatan penyusunan Daftar Pemilih sebagai bahan dalam kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, serta Surat Edaran KPU RI nomor : 132/PL.02-SD/01/KPU/II/2021 tanggal 4 Februari 2021 tentang
Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2021, yang telah dirubah dalam
Surat Edaran Edaran KPU RI nomor : 366/PL.02-SD/01/KPU/IV/2021.

Dengan demikian sebagaimana amanat UU Nomor 7 tahun 2017 KPU Kabupaten Halmahera Utara berkewajiban melaksanakan Pemutakhiran Data pemilih berkelanjutan per III bulan sekali.

“Jadi tugas KPU dalam sebulan sekali itu wajib melakukan perekapan data pemilih untuk selanjutnya dilaksanakan rapat koordinasi per 3 bulan sekali,” ucap Ircham Puni.

Ircham Puni, menjelaskan pelaksanaan rakor dengan melibatkan para pihak itu dengan tujuan untuk meminta saran tanggpan serta masukan para pihak terkait data pemilih yang sudah terregistrasi maupun yang belum terregistrasi.

“Prinsipnya KPU Kabupaten Halmahera Utara melaksanakan upaya pemantapan data pemilih pemilihan yang berkualiatas menjelang Pileg, Pilpres tahun 2024 mendatang, karena itulah rakor yang digelar per 3 bulan sekali bertujuan sebagai upaya kita untuk mengkonfirmasi kembali data pemilih yang selanjutnya kita lakukan pulblikasi data pemilih yang belum ter updet maunpun yang sudah ter updet,” jelasnya.

Selanjutnya data pemutahiran tersebut diberikan ke masing-masing instansi sebagai bahan koreksi terkait data pemilih jelang pileg pilpres mendatang. (Ikwan/Red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *