Ini Patokan Utama Sistem Penilaian Timsel Luluskan Calon Peserta Paskibraka Kota Ternate 2020

Ternate – TeropongMalut.com, Dalam rangka persiapan menyambut Hari Ulang Tahun kemerdekaan Rebulik Indonesia (HUT-RI) ke 75 pada tanggal 17 agustus 2020, Tim seleksi (Timsel) Kota Ternate telah menyeleksi 200 peserta Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang terdiri dari 31 sekolah.

Pasalnya, mekanisme seleksi kali ini, agak berbeda dengan tahun kemarin, sebab dalam proses pelaksanaannya telah di uji oleh 5 Timsel yang terdiri dari Akademisi itu Abdul Kadir Bubu sementara dari Jurnalis adalah Irman Saleh yang merupakan Ketua DPD KNPI Provinsi Malut serta dua dari anggota Polri dan satu anggota TNI.

Abdul Kadir Bubu, saat temui awak media di kantor Dinas pemuda dan olahraga (Dispora), Rabu (24/06) mengatakan bahwa, memang benar tahun ini agak berbeda dengan tahun kemrin, karena ada dua unsur yang di tambahkan yakni, dari Akademisi dan Jurnalis.

“Masing-masing peserta yang ikut seleksi yaitu, masing-masing perwakilan dari sekolah yang ada di Kota Ternate, termasuk perwakilan sekolah dari pulau Hiri, Moti dan Batan Dua, namun disini yang bisa diterima hanya sebatas 40 orang” Katanya

Sementara sistem penilaian yang di ukur dalam seleksi tahun ini, kata Dade sapaan akademisi Unkhair ini menjelaskan, peserta yang di uji bukan saja fisiknya, akan tetapi psikisnya itu yang menjadi patokan utama untuk lulus dalam tes seleksi. Artinya, materi yang uji terdiri dari wawasan kebangsaan, kepribadian, penguasaan bahasa Inggris dan bahasa daerah. Namun disini, lebih tekankan adalah sejauh mana peserta dapat memahami wawasan kebangsaan.

“Pentingnya mereka harus memahami sejarah kebangsaan dan penguasaan pancasila UUD, karena tujuan paskibraka tersebut, bukan hanya sekedar orang di tuntut harus tahu Peraturan Baris-Berbaris (PBB) saja, tapi juga harus memilki dasar-dasar pengetahuan tentang sejarah kemerdekaan Negara Indonesia, bukan sekedar siap dari sisi fisik, tapi jiwa mentalnya juga harus siap” Jelasnya

Dade bilang, baru kali sistem seperti begini diterapakn bagi calon yang mengikuti seleksi paskibraka di tahun 2020 . Jika pengetahuan kebangsaannya rendah, itu juga sangat berpengaruh pada kelulusan.

“Semua orang tidak boleh lupa asal usul dan identiasnya sebagai warga negara. Untuk itu, perlu bangunkan jiwa raga serta hati dan wawasan pikirannya dan. Tambahnya, intinya penguatan lebih ke ideologi Negara” Cetusnya

Kadispora Kota Ternate, Sutopo Abdullah kepada TeropongMalut.com, mebenarkan, jumlah paskibraka yang di terima hanya 40 peserta, nanti dibangun komunikasi dengan Provinsi, sehingga mereka dapat menyurat sesuai berapa peserta yang di minta.

“Kalau di Ternate berhasil lulus, akan mewakili di tingkat Provinsi, namun sampai saat ini masih di tunggu kepastian kira-kira dari provinsi mintanya berapa” Ucapnya

Ia juga menuturkan, terkait hasil seleksinya, akan direkap secara keseluruhan baik nilai wawancara, tinggi badan, PBB, kesehatan baru di lakukan pleno.

“Timsel yang melakukan pleno, setelah itu di sahkan oleh Kadispora” Tutup Sutopo. (kj)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *