Slider
10 views

IPI Mencekik, Mahasiswa Unkhair Tolak Kebijakan Rektor

Ternate-TeropongMalut.com, Ratusan Mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, pagi tadi, pukul 11.00 Wit, Gelar aksi menolak keras Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor: 231 tahun 2020 tentang penetapan Iuran Pengembangan Institut (IPI).

Masa Aksi melalui Hubungan masyarakat (Humas) Ridwan Lipantara menyebutkan bahwa, kebijakan SK Rektor tersebut sangat berdampak dan merugikan bagi mahasiswa yang lulus dengan jalur Seleksi Masuk Mandiri (SMM).

Mereka menilai bahwa, peraturan yang di terapkan merupakan turunan dari Peraturan Kementrian dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor: 25 tahun 2020 dalam pasal 10, serta Undang-undang nomor:12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (PT).

“Meski demikian, dalam pengkajian kami ternyata cacat secara prosedural dan tidak demokratis, sebab tidak mendahului langkah sosialisasi di tiap-tiap Fakultas dibawah naungakan Unkhair Ternate” Ungkapnya kepada awak media di tengah-tengah masa aksi di depan gedung Rektorat, Senin (09/21)

Lebih lanjut Ridwan mengatakan, seharusnya pihak kampus mempertimbangkan kembali, apalagi kondisi sekarang di Indonesia lebih khususnya wilayah Maluku Utara (Malut) masih diperhadapakan dengan pandemik Covid-19, tentunya ini sangat bepengaruh dengan ekonomi masyarakat yang dimana rata-rata orang tua mahasiswa adalah petani.

“Atas dasar itulah, kami menganggap kebijakan rektor tidak melihat aspek sosiologis, sehingga dapat menyebabkan 80% mahasiswa tidak bisa melanjutkan kuliah. Tambahnya, Kami berharap, kalau boleh biaya IPI di kurangi, kalau bisa tidak diadakan tahun ini, karena pandangan kami, kita masih dalam kondisi Covid-19” Katanya

Sementara Rektor Unkhair Ternate, Husen Alting menjelaskan, pemberlakuan ini dapat mendorong anak-anak mahasiswa agar kedepannya banyak yang mengikuti tes seleksi jalur nasional (SNMPTN dan SBMPTN) yang lulusannya tidak di kenakan Iuaran Pengembangan Institut (IPI).

” IPI diambil dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan pelaksanaan Tri dharma Perguruan Tinggi. Faktanya banyak orang kaya yang selama ini tidak bisa menyumbang, padahal sisi kemampuannya mampu. Oleh karena itu, kita buatlah IPI secara maksimum” Jelasnya

Meski demikian, Ia menerangkan bagi mahasiswa yang tidak mampu, diperlukan data-datanya untuk di jadikan bahan pertimbangan, paling lambat tanggal 3 Oktober itu, semua data sudah di masukkan.

” Jika ada mahasiswa yang tidak mampu, mana data-datanya, supaya kita bisa membantu yang bersangkutan. Pada prinsipnya, torang (Kampus) tidak akan membiarkan mahasiswa baru itu tidak bisa kuliah karena tidak bisa membayar IPI” Tutup Rektor Unkhair. (Kj)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *