Jadi Penyangga Ketahanan pangan Nasional, Proyek Irigasi Gane Timur Ditargetkan Selesai tepat waktu

  • Share

Kabid SDA: Sebelum tanggal 20 Desember Pekerjaan Selesai

Sofifi-TeropongMalut.com, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara Syaiful Amin, menargetkan pekerjaan proyek Irigasi Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan selesai tepat waktu dan langsung bermanfaat bagi masyarakat petani di Trans Lalubi.

“Saluran irigasi itu dibangun di Desa Sumber Makmur SP 3 Trans Lalubi, Proyek itu didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK), dan progres pekerjaan sampai hari ini sudah mencapai 75%,” demikian dijelaskan Kabid SDA yang juga selaku PPK Syaiful Amin, kepada TeropongMalut.com di Kantor PUPR Provinsi Malut di Sofifi Kamis 25 November 2021.

PPK Syaiful Amin, didampingi PPTK Rifan Ambarak, dan Pengawas Lapangan Randi Selang itu mengungkapkan pihaknya baru saja selesai melakukan SCM atau evaluasi pekerjaan dengan pelaksana (kontraktor) untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan yang sementara berjalan.

“Tadi kami dari PPK dalam hal ini sama-sama dengan pelaksana dan sudah disepakati bahwa pelaksana sanggup menyelesaikan pekerjaan dengan sisa waktu yang ada,” jelas Kabid SDA.

Dari progres yang ada, lanjut Syaiful, pekerjaan yang tersisa tinggal pekerjaan yang mayor berupa pengerjaan pemasangan pipa dan Alhamdulillah pipa semua sudah ada di tempat.

“Sedangkan pekerjaan minor berupa urukan tanah kita sudah dapat elevasi maka pemasangan pipa kami optimis dengan waktu yang tersisa bisa di selesaikan,” jelas Syaiful.

Foto: Pengerjaan Pemasangan pipa (istimewa)

Adapun target penyelesaian pekerjaan lanjut Syaiful adalah sebelum tanggal 20 Desember sudah harus selesai. Dan itu sudah disepakati oleh pelaksana. “Apapun alasannya pekerjaan irigasi di Lalubi Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan selesai sebelum tanggal 20 Desember 2021,” tegas Syaiful.

Proyek pembangunan Irigasi Gane Timur kata Syaiful, hingga saat ini sudah memasuki tahap ke tiga pekerjaan. Pada tahap pertama adalah pembangunan bendungan, yang kedua pembangunan jaringan primer, dan ketiga adalah pembangunan jaringan sekunder dengan pola perpipaan.

“Biasanya sekunder di Irigasi di Maluku Utara itu menggunakan pasangan batu. Namun karena kondisi topografi yang ada di Gane Timur berbeda dengan daerah lain di Malut, maka jaringan sekunder menggunakan pasangan pipa dan itu sudah diukur dengan skala teknis dan memadai, sehingga kami berharap akhir tahun ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat petani meskipun belum semua lahan pertanian teraliri air,” jelas Syaiful.

Syaiful mengaku pihaknya masih memiliki PR besar karena masih ada 9 KM lagi daerah sekunder yang belum teraliri air. “Namun Alhamdulillah pada tahun 2022 nanti pihak Kementerian PUPR akan mengalokasikan dana tambahan untuk menyelesaikan daerah sekunder yang belum terselesaikan pada tahun 2021,” jelas Syaiful lagi.

Foto: Proses pengerukan tanah untuk pemasangan pipa. (Istimewa)

Perhatian serius dari Kementerian PUPR lanjut Syaiful adalah karena pemerintah ingin mengejar target nasional sawah seluas satu juta hektar.

“Untuk itu kami juga bekerja keras setelah mendapat dukungan dari kementerian PUPR, sebab Gane Timur merupakan daerah prioritas utama di Maluku Utara untuk mencapai target ketahanan pangan nasional,” pungkas Syaiful Amin mengakhiri. (Dar/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *