Jalin Kerjasama, Kemendes PDTT Bersama Fishon Bertekad Membangun Perekonomian Kabupaten Daerah Tertinggal

Ternate | TeropongMalut.com -Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bangun kerjasama dengan PT. Daya Gagas Indonesia terkait program pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis digital di bidang Perikanan yang sementara akan dikembangkan di wilayah Provinsi Maluku Utara.

Hal itu, disampaikan Chief Marketing Officer PT. Daya Gagas Indonesia Muhammad Nur Ihsan Saat ditemui wartawan TeropongMalut.com Selasa, 10/12/19 di Hotel Boulevartd Ternate

“kami sebagai Eneblear aplikasi dan ekosistim, Fishon digandeng oleh kementerian Desa Dirjen PDTT Pengembangan Daerah Tertinggal Terluar untuk Maluku Utara kami sudah melakukan paileting Projek di Wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, Sofifi, yang sedang on doing,” Kata Muhammad

Diwaktu dan tempat yang bersamaan Dirjen pembangunan Daerah tertinggal Jamaludin Situang saat ditemui Wartawan berkisar pukul 18:00 menuturkan bahwa
“Dengan hadirnya Era Four Point Zero (4.0) ini, semua kegiatan baik itu pengembangan perekonomian maupun kegiatan-Kegiatan yang lain sudah tidak dilakukan secara manual lagi melainkan berbasis digital nah, aplikasi Fishon merupakan salah satu solusi menyambut era itu yang bergerak dibidang perikanan ” tuturnya.

Sementara Untuk aplikasi Fishon itu sendiri Menko Bidang Kemaritiman secara resmi menandai program satu juta nelayan berdaulat dengan membuka pelatihan nelayan untuk menggunakan aplikasi FishOn, aplikasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi laut dan mengelola hasil lautnya secara mandiri. 

Hadirnya teknologi di tengah nelayan ini disebut sebagai salah satu cara untuk menghadapi revolusi 4.0 mendatang. Ekosistem online dari FishOn ini ditujukan bagi para nelayan yang memiliki kapal di bawah 10 gross ton (GT).

Dalam aplikasi tersebut ada sejumlah fitur yang bisa digunakan oleh para nelayan. Fitur-fitur tersebut adalah fishNet, fishOn.id, fishFresher, gerai fishMart, TPI Online, hingga fishMart.id. Fitur fishNet nantinya akan memungkinkan para nelayan mengakses jaringan internet di tengah laut

Hal ini agar para nelayan tetap bisa mengakses aplikasi FishOn saat berada di tengah laut. Kemudian, fitur fishOn.id memungkinkan nelayan mencari posisi ikan di tengah laut. Sehingga, hasil tangkapan nelayan bisa optimal. Lalu, juga ada fitur fishFresher yang menyediakan cairan hasil olahan bahan-bahan alami yang bisa menjaga ikan tetap segar selama 45 hari.

Hasil tangkapan nelayan juga bisa dijual langsung gerai fishMart.id. Tak hanya di gerai fishMart.id, para nelayan juga terhubung dengan para pembeli besar di tempat pelelangan ikan (TPI) online.

Aplikasi berbasis android ini juga memiliki fitur informasi pencurian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, komunikasi pencatatan hasil tangkapan ikan, panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fitur pembayaran elektronik dan fitur belanja kebutuhan sehari hari.

Terpisah CRO Fishon Provinsi Maluku Utara M.Thaib Asyik/Ibos Nama Sapaan menambahkan bahwa ” kehadiraan fishon di Provinsi maluku Utara menjadi batu loncatan buat masyarakat Maluku Utara yang berpendapatan di bidang perikanan karena sistem pencarian, penangkapan bahkan penjualan Ikan dilakukan secara digital (aplikasi) sehingga

  1. Nelayan bisa menghemat energi dan biaya untuk menuju atau mendapatkan tempat Ikan
  2. Hasil tangkapan bisa terjual dengan harga pasaran tinggi
  3. Aktifitas Nelayan yang menggunakan aplikasi Fishon bisa dikontrol
  4. Nelaya tidak perlu khawatir dengan hasil tangkapannya akan membusuk. (Nawir)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *