Slider
146 views

Jelang Pilkada Panglima Devisi Infantri Kostrad Cek Pasukan di Malut

Ternate-TeropongMalut.com,
Panglima Devisi Infantri I / Kostrad Mayjen TNI Dedi Kusmayadi, di ketahui pada hari Rabu, (14/10) kemarin telah berkunjung ke wilayah Maluku Utara (Malut) untuk mengecek pasukan yang bertugas di Malut.

Dalam kunjungan tersebut, kata Dedi kepada wartawan hanya mengunjungi pasukannya yang bertugas di Malut serta melakukan pemantauan selama tiga hari di beberapa kabupaten.

“Kebutulan ada pasukan saya yang melaksanakan tugas di sini, mereka sudah bertugas sudah hampir 9 bulan, jadi saya datang ke sini menengok anak-anak saya di Armed IX yang lagi melaksanakan tugas pengamanan.

Selain itu, kami melaksanakan pengamanan daerah rawan di tiga daerah yakni, Ibu, Loloda, Tetewang, Dumdum, Malifut (Kabupaten Halamahera Utara), (Kepulauan Morotai) dan Weda, Patani, Gebe (Kabupaten Halmahera) Tengah” Katanya kepada awak media saat di temui, Royal Resto, Jumat (16/10)

Dengan demikian, Dedi juga menyempatkan diri memberikan motivasi kepada para pasukanya di dalam pelaksanaan tugas.

“Alhamdulillah saya sudah lakukan itu ke jajaran saya dan bagi yang tidak bisa di tengok, saya komunikasi secara langsung lewat radio” tuturnya.

Ia menambahkan, kalau di dunia Militer adapun di kenal dengan Pengendalian dan Pengawasan Operas (Dalwas Op). Sebab daerah ini, dulu pernah terjadi konflik besar.

“Tujuan penempatan pasukan ini, kita mengantisispasi apabila terjadi lagi konflik-konflik seperti itu. Tapi berdasarkan perkembangan yang ada, saya lihat sudah bagus semua, tetapi kita perlu mengajak lagi ataupun menghibau kepada masyarakat sehingga mereka tidak berkeinginan memunculkan konflik sama sekali” tambahnya

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan, sekitar 35 pos dan 500 personel yang di sediakan sebagai langkah penyadaran terhadap masyarakat, kalau konflik itu tidak ada manfaat dan dapat menyengsarakan.

“Ini salah satu upaya untuk mengantisisipasi apabila terjadi penyekatan-penyekatan. Kerawanan itu pasti ada, Saya melihat tingkat kesaadaran yang sudah cukup baik karena mereka punya pengalaman, akan tetapi yang paling pertama adalah menghimbau dan mengajak kepada masyarakat untuk tidak mengulang kembali terjadinya susana itu” pungkasnya. (kj/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *