Slider

Kades Sawai Itepo dan Babinkamtibmas Mediasi Sengketa Lahan Garapan

Halteng TM.com – Puluhan warga Kecamatan Weda dan warga desa Sawai Itepo Kecamatan Weda Tengah Selasa, (03/09/2019) siang kemarin menggelar pertemuan di kantor desa Sawai Itepo guna menyelesaikan lahan garapan yang ada dilokasi sungai Lokulamo.

Kurang lebih 600 hektar lahan yang dibutuhkan pihak perusahaan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) untuk pembangunan Investasi sehingga saat ini lokasi itu telah dilakukan pengukuran oleh pihak perusahaan.

FOTO : Kades Sawai Itepo dan Babinkamtibmas Mediasi Sengketa Lahan Garapan Yang Dibutuhkan Pihak Perusahaan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)

Akibat pengukuran yang dilakukan pihak perusahaan sehingga telah terjadi tumpang tindih di lahangarapan dilokasi sungai Lokulamo. Namun, hal ini dapat diselesaikan oleh Pemerintah Desa Sawai Itepo Yansen Papatjeda bersama dua anggota Polres Halteng Selasa, (03/09/2019) siang kemarin.

Pertemuan itu terjadi sangat alot karena masing-masing pihak saling mengklaim dan tak membuka diri, dengan berjalannya dialog itu akhirnya kedua belah pihak (warga Weda dan Sawai) telah menyepakati pada hari Kamis, (05/09/2019) besok bersama kedua petugas kepolisian itu masuk guna mengecek di lokasi agar dapat diselesaikan di lokasi.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Sawai Itepo usai rapat penyelesaian, kepada Reporter mengaku hal itu telah disepakati untuk diselesaikan. Karena lahan garapan milik warga Weda dibersihkan warganya sehingga hal ini dipertanyakan warga Weda.

Namun, yang membersihkan lahan garapan warga itu telah diketahui sebanyak enam orang, dan masing-masing berjanji akan menyelesaikan dilapangan Kamis besok saat semuanya sudah berada dilokasi,” beber Kades.

Sementara harapan dari kedua petugas Polres Halteng Bripda Ramli S, dan Aipda Darwis agar permasalahan lahan garapan ini diselesaikan secara dingin dan dalam keadaan sadar. Karena jangan hanya lantaran dengan imingan pembayaran oleh perusahaan saja hubungan tali kekeluargaan dan silaturahmi terputus,” ujarnya.

Sekali lagi kami selaku aparat pengamanan Polres Halteng hanya menginginkan hal ini dapat diselesaikan secara baik dan sadar,” pintahnya. (Ode/Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *