Kajari Weda Dinilai Ogah Selamatkan Uang Negara Dari Pelaku Tipikor

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

Halteng, TM – Terkait dengan sorotan Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Halmahera Tengah, Rosihan Anwar Selasa, (11/1/22) kemarin soal temuan Inspektorat Pemkab Halteng atas program dana desa Sosowomo tahun 2019 silam yang terbilang besar tersebut, sudah tiga tahun pelaku dugaan Tipikor masih saja dibiarkan Kajari Weda sampai sekarang.

Padahal, temuan Inspektorat telah jelas bahwa ada unsur penyalahgunaan dana desa kurang lebih 600 juta, mestinya uang rakyat yang didistribusikan negara ke desa harus di manfaatkan sebaik mungkin untuk masyarakat. Akan tetapi selama tiga tahun ini Kajari Weda dinilai ogah untuk menyelamatkan uang negara yang terkesan disalahgunakan tersebut oleh Kepala Desa Sosowomo Ronny Lekatompesy,” ungkap Rosihan Anwar Senin, (17/1/22) pagi ini.

Dia mengaku, Kejaksaan Negeri (Kajari) Weda diduga berniat melindungi Kades Sosowomo Ronny Lekatompesy atas temuan Inspektorat yang merugikan negara kurang lebih 600 juta dalam program fisik dana desa tahun 2019 silam tersebut.

Sementara atas temuan itu, Kajari Weda pun telah memeriksa sejumlah warga desa Sosowomo sebagai saksi untuk mengembangkan perkara dugaan kerugian negara tersebut. Sayangnya, pemeriksaan sejumlah saski yang dilakukan Kajari Weda pada tahun 2019 hingga memasuki tahun 2022 ini terkesannya untuk melindungi Kades Sosowomo. Pasalnya hingga kini Kades Sosowomo belum ditetapkan sebagai tersangka oleh Kajari Weda, ada apa. Jangan – jangan Kajari Weda ada maunya dalam perkara ini,” tandas Rosihan.

Atas sorotan Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Halmahera Tengah Rosihan Anwar ini, pihak Kajari Weda masih tetap bungkam meskipun di konfirmasi media atas tindaklanjut perkara ini. Kepala Kajari Weda terkesan diam tanpa membalas pesan singkat awak media dalam mengkonfirmasi perkara yang dinilai merugikan keuangan negara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.