Kajati Malut Tinjau Objek Vital Nasional di Pulau Obi

  • Share

Labuha-TeropongMalut.com, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara (Malut) Dade Ruskandar, S.H., M.H. Melakukan kunjungan kerja selama 4 hari di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pada 11-14 Oktober 2021. Pada kunjungan kali ini, Kajati meninjau objek vital nasional (obvitnas) yang berlokasi di Pulau Obi guna memastikan terus beroperasi secara optimal demi kontribusi positif bagi negara dan daerah.


Kunjungan kerja di Pulau Obi ini adalah yang pertama bagi Dade Ruskandar sejak dirinya resmi dilantik sebagai Kajati Malut pada 29 Juli 2021 lalu. Dalam kegiatan ini, ia disertai Asisten Tindak Pidana Khusus M. Irwan Datuiding, Kepala Bagian Tata Usaha M. Fadil Jauhari, Kepala Kejaksaan Negeri Labuha Fajar Haryowimbuko, Kepala Seksi Intel Fardana, Koordinator Intel Imam Sutopo, Kepala Sub Bagian Protokol Halik Kunyer, Kepala Urusan Protokol M. Sahlan Drakel, Kepala Urusan Dokumentasi Hukum Fikrian Nurhidayat, dan beberapa staf lainnya.


Kajati Malut Dade Ruskandar mengatakan, beberapa waktu belakangan ini pihaknya fokus melakukan kunjungan kerja untuk mengawal dua amanat dari Kejaksaan Agung. “Kami sedang mengawal dana penanggulangan Covid-19, serta proyek strategis nasional di beberapa daerah. Perintah Jaksa Agung, semua proyek yang sifatnya strategis yang berada di wilayah Kejaksaan Tinggi Malut harus ada perhatian, karena mereka berjasa dalam peningkatan ekonomi negara. Salah satu proyek strategis nasional yang kami kawal adalah HARITA Nickel,” ungkapnya.


Ia pun berharap kerja sama yang dibangun bersama HARITA Nickel dapat menciptakan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan daerah. “Kita harus terus kawal proyek strategis nasional ini. Banyak yang bisa kita tingkatkan melalui sinergi yang baik, terutama hal-hal yang terkait dengan bidang hukum,” ucap Dade. Ia berharap perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel ini dapat terus memberi kebaikan bagi masyarakat luas.


Kunjungan Kajati Malut ini disambut baik oleh manajemen HARITA Nickel. Menurut Younsel Evand Roos selaku perwakilan manajemen, kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan sinergi antara Kejaksaan Tinggi Malut dan HARITA Nickel.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kajati di Site Obi. Kami berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama kedua pihak demi terciptanya manfaat yang lebih besar bagi daerah,” ujar Younsel yang merupakan Head of Site HARITA Nickel.


Younsel menambahkan, perhatian negara terhadap investasi adalah hal yang sangat penting dalam keberlanjutan usaha. Ia pun menilai kunjungan kerja ini menjadi bukti kehadiran negara yang aktif menjaga investasi sesuai aturan-aturan yang berlaku.


“HARITA Nickel adalah perusahaan yang terus tumbuh. Banyak proyek strategis yang sedang dan akan dijalankan. Oleh karena itu, perhatian dari negara, dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Malut, sangat dibutuhkan agar kegiatan perusahaan tetap berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan,” jelasnya.

Foto: Kajati Malut tanam pohon (Istimewa)


Pada kunjungan kerja ini, Kajati Malut beserta rombongan melihat langsung bagaimana proses penambangan dan pengolahan bijih nikel dilakukan. Kajati juga menyempatkan diri untuk menanam bibit pohon di area perusahaan sebagai bentuk kolaborasi bersama HARITA Nickel untuk menjaga lingkungan.

Menanam pohon adalah investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan ekosistem dan kualitas udara di lingkungan, serta membantu mengatur tingkat polusi global. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.


Tentang HARITA Nickel
HARITA Nickel merupakan bagian dari HARITA Group yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. HARITA Nickel memiliki IUP Pertambangan dan juga pabrik peleburan (smelter) serta pemurnian (refinery) nikel yang terintegrasi di Obi. Komitmen HARITA Nickel dalam hilirisasi sumber daya alam ditunjukkan dengan beroperasinya smelter Megah Surya Pertiwi (MSP) sejak 2016 dengan memanfaatkan potensi nikel yang dikelola oleh Trimegah Bangun Persada (TBP) dan Gane Permai Sentosa (GPS) yang semuanya terletak di Pulau Obi.


Melalui Halmahera Persada Lygend (HPAL), Harita Nickel melakukan pengolahan dan pemurnian nikel dengan teknologi hidrometalurgi High Pressure Acid Leach (HPAL). Teknologi HPAL mampu mengolah nikel kadar rendah yang selama ini tidak diolah menjadi produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Dengan proses berikutnya dapat diolah menjadi Nikel Sulfat (NiSO4) dan Kobalt Sulfat (CoSO4) yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik. Teknologi ini merupakan yang pertama di Indonesia.
(Tim/red)
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *