Slider
332 views

Karyawan Lokal PT IWIP Keluhkan Intervensi Tenaga Kerja Asing

Halteng-Teropongmalut.com,  Polemik soal hubungan ketenagakerjaan (Hubungan Industrial) pada PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) kembali menjadi sorotan Publik. Sebab Pemutusan Hubungan Kerja, diduga diintervensi oleh Tenaga Kerja Asing.

Ketua pimpinan cabang, Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC. SPKEP SPSI)  Aswar Salim, yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, mengatakan intervensi TKA terhadap PHK karyawan melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 tahun 2018 tentang Tenaga Kerja.

“ini merupakan pelagaran terhadap PP 20 Tahun 2018, Kepmenaker No 228 Tahun 2019 UU Nomor13 Tahun 2003, ini bukti bahwa HR merupakan jabatan paling Vital dalam perusahaan dan tidak dapat di serahkan ke WNA. Sebab, Pekerjaan HR adalah mengelolah sumber daya paling berharga dalam sebuah perusahaan, yaitu manusia”. Ungkap Aswar dalam rilisnya yang diterima oleh awak media ini Senin (23/11).

Aswar,  menyebut bagaimana HR dapat menjalankan peranya secara optimal dalam pengembangan SDM jika masi di Intervensi oleh TKA. contoh yang saat ini sering terjadi adalah Assesmen Pekerja dan perjanjangan kontak harus ada persetujuan dari TKA.

Persoalan Tenaga Kerja lanjut Aswar, suda di soroti jauh sebelumya. “PT IWIP baru-baru ini diundang oleh  Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku Utara Ridwan Hasan, mengikuti rapat dengan Forkopimda yang salah satu rekomendasinya kepada Manajemen PT. IWIP adalah agar memperkuat system di Perusahaan agar tidak ada intervensi, hal ini menunjukan bahwa Manajeman PT. IWIP tidak menindaklajuti Rekomendasi hasil pertemuan Orang Orang Penting di Maluku Utara” jelas Aswar.

SPSI Halmahera Tengah lanjut Aswar, melihat TKA atas nama Mr.Xai Jhun, diduga merupakan dalang dari PHK karyawan PT. IWIP. Tidak hanya itu Mr. Wang, yang memegang Jabatan sebagai Foreman HSE. dia diduga mengintervensi Devisi Mengunakan haknya semen-mena dalam PHK karyawan, tanpa alasan yang kuat.

PHK yang muncul pada tiap-tiap Devisi di kawasan Industri PT. IWIP lanjut Aswar, seakan menjadi Bahan mainan bagi atasan tenaga Kerja Asing (TKA). padahal sudah ada Perjanjian Bersama serikat Pekerja SPSI dan Manajemen yang di tandatangani bersama tanggal 6 Oktober 2020. Namun atasan pada tiap-tiap devisi seakan mengabaikan Perjanjian Bersama tersebut.

Manager Industrial Relation yang Notabenenya sebagai Departemen yang harus menerima keluhan Karyawan pun terkesan di tekan habis-habisa oleh Tenaga Kerja Asing (TKA) yang pada akhirnya Motto Investasi Memberi harapan bagi Karyawan pun kini menjadi Ancama yang nyata bagi Karyawan dengan Aturan di Negara Republik Indonesia dengan sengaja di permainkan oleh Tenaga Kerja Asing (TKA)

“Hal ini bukan kali pertama di lakukan oleh Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam Melakukan PHK kepada Buruh. tetapi ini suda berulang-ulang kali terjadi. Namun HRD maupun HR. Industrial Relation seakan Diam. Seharusnya Manager Industrial Relation dapat menjelaskan kepada atasan Tenaga Kerja Asing (TKA) bahwa apa yang dilakukan oleh TKA itu melanggar Peraturan Tenaga Kerja Republik Indonesia” katanya

Soal Intervesi TKA ini juga sebelumnya mendapatkan soretan keras dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halteng lewat hering dengan DPRD Halteng 2019 lalu sebab menduduki jabatan sebagai HRD, yang pada Akhirnya HRD di duduki oleh Tenaga Kerja Indonesia. manum Mr. Xia Jin Shi kembali menduduki Jabatan sebagai Manager GA  dalam pelaksanaannya, sesuai Informasi yang diterima oleh Unit Kerja PUK SPKEP SPSI PT.IWIP, bahwa setiap kali Assesmen atau penilai karyawan itu keluar atas persetujuan Mr. Xia Jin Shi, hal ini menunjukan bahwa Manajeman tidak konsisten memperbaiki Sistem buktinya Tenaga Kerja Asing masi Melakukan Intervensi berkaitan dengan Hubungan Ketenagakerjaan. (Ces/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *