Slider

Kesiapan SDM Dalam Menjemput Industri

“Kesiapan SDM Dalam Menjemput Industri”

Oleh : Risman Ciliu

Sebelum Hadirnya kawasan industri di halmahera timur mempunyai sejarah panjang. Dari awal masuknya Tim Eksplorasi Aneka Tambang (ANTAM) sekitar akhir tahun 60an dan di lakukan penambangan pada awal tahun 2000an sampai berhenti pada tahun 2014 ketika undang-undang minerba No 4 2009 Tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara Poin (a) bahwa mineral dan batubara yang terkandung dalam wilayah hukum pertambangan Indonesia merupakan kekayaan alam tak terbarukan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang mempunyai peranan penting dalam memenuhi hajat hidup orang banyak, karena itu pengelolaannya harus dikuasai oleh Negara untuk memberi nilai tambah secara nyata bagi perekonomian nasional dalam usaha mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan;

Sekarang menjadi pengamatan tersendiri bagi kami dengan di kembangkannya Industrial di era Milenial, kawasan industri di seputaran Halmahera Terkhususnya Halmahera Timur, dikelola dan dikembangkan oleh BUMN yang jumlahnya sangat bisa di bilang memiliki kapasitas yang baik. menyiapkan kavling industri siap pakai beserta sarana dan aspek lingkungannya. Menjadi pertimbangannya adalah Kawasan Industri yang berdomisili pada wilayah Halmahera timur, saya mengibaratkan, kondisi kita saat ini seperti Memiliki rumah makan tetapi tidak dibayar oleh pihak pengunjung.

Dalam kondisi pengembangan wilayah yang dilematis, konsep kawasan industri berkembang menjadi industrial city dan industrial park yang terintegrasi dengan berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung salah satunya adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM). Karena ini tolak ukur keberhasilan suatu bangsa dan suatu negara dalam rangka memacu pertumbuhan industri melalui terapan teknologi.

Bersama kita mengetahui bahwa kedepannya teknologi terus berkembang, dimana pemerintah sedang menerapkan industri 4.0. Disinilah peran dunia pendidikan dibutuhkan dalam menyiapkan SDM dan inovasi teknologinya. Memang ada BLK-BLK (Balai Latihan Kerja) yang dibentuk, namun melihat sarana yang ada seperti mesin praktek keluaran tahun 60 dan 70, padahal era sekarang sudah canggih, pasti tidak bisa untuk mengejar itu. Keterbatasan inovasi tidak bisa hanya diatasi oleh pemerintah. Untuk itu selain dunia usaha yang di kembangkan, Halmahera Timur sudah selayaknya Mendirikan UNIVERSITAS selayaknya yang berimplementsi ke dunia industrial dan juga besik keilmuan Non Eksakta, dalam hal ini untuk peningkatan kualitas SDM kita dan hal ini sangat pas menspesialisasikan ke industri serta mempresur segala bentuk kelalaian industri yang melakukan penambangan sampai ke pemurnian yang tidak sesuai mekanisme industrial. karena tidak mungkin hari ini kita bisa bicara daya saing.

Sudah pasti bahwa ketika orang mau berinvestasi di salah satu sektor industri maka ia akan menyampaikan akan membuat industri seperti ini, SDM yang dibutuhkan seperti ini. Kemudian pihak pemerintah atau pengelola economic zone menyiapkan industri yang akan datang. Ketika industri itu berdiri maka SDMnya sudah siap, jadi bisa match. Link and match harus diterapkan antara pasar kebutuhan dengan industri.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *