Slider
88 views

Komisi III Minta Pemprov Malut Koordinir Penanganan Bencana Banjir di Halut dan Halbar

Sofifi-Teropongmalut.com, Komisi III DPRD Provinsi Malut meminta pemerintah provinsi Malut untuk mengakomodir Penanganan Bencana Banjir di Kabupaten Halmahera Utara dan Abrasi di Kabupaten Halmahera Barat. Untuk memastikan itu Komisi III mengundang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR dan Dinas Perkim untuk menggelar rapat koordinasi guna Penanganan Bencana. Demikian dijelaskan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Malut Julkifli Hi Umar, kepada wartawan usai rapat koordinasi di Kota Ternate Kamis (21/01).

Komisi III lanjut Julkifli, ingin mengetahui sudah sejauh mana proses penanganan bencana yang dilakukan oleh Pemprov Malut. Dari rapat itu Komisi III mendapat penjelasan bahwa sehari setelah banjir bandang menerjang Kecamatan Galela, BPBD langsung turun ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan dengan menggunakan stok yang tersedia seperti tenda, selimut dan bahan makanan siap saji.

Sistem penanganan bencana oleh Pemprov Malut menurut Komisi III belum terkoordinir secara baik. Sebab, Penanganan Bencana masih secara parsial oleh SKPD masing-masing. “Seharusnya Sekda mengkoordinir Penanganan bencana sehingga Penanganan bencana secara simultan dengan melibatkan seluruh SKPD terkait” jelas Julkifli.

Dalam bencana banjir di Halut salah satu jembatan penghubung di Halut opritnya putus akibat aliran sungai membentuk aliran baru. “Jalur alir baru air sungai itu merusak oprit jembatan yang mengakibatkan akses terputus. Untuk itu komisi III meminta Dinas PUPR segera membuat jembatan darurat sehingga akses jalan yang putus segera bisa digunakan untuk menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir” harapnya.

Bencana Banjir di Halut mengakibatkan salah satu Desa di Halut yakni Desa Roko terpaksa mengungsi ke Desa Duma akibat dari desa mereka terendam banjir. “Warga desa Roko yang mengungsi itu berjumlah sekitar 300 lebih KK dengan 1000 lebih jumlah jiwa, mereka itu harus segera ditangani baik oleh Pemkab Halut maupun Pemprov Malut” harap Julkifli.

Untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan dengan baik pihak Komisi III menjadwalkan turun ke Halut dan Halbar untuk melihat secara langsung.

Sementara bencana yang terjadi Kabupaten Halmahera Barat adalah terjadi abrasi yang mengakibatkan sejumlah rumah warga di daerah sidangoli gam terseret ombak. “Disitu yang diperlukan adalah talud penahan ombak” pungkas Julkifli. (Dar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *