Slider

Lurah Kayu Merah Fokus Tower Sutt, 60 Sertifikat Rumah mengalami Keterlambatan

Ternate-Teropongmaut.com, warga RT 12,13 dan 14 kelurahan Kayu Merah Kec.Ternate Selatan keluhkan sertifikat rumahnya, yang hingga saat ini, belum di selesaikan oleh pihak kelurahan.

Pasalnya, informasi yang dihimpun Teropongmalut.com, di salah satu warga yang enggan tidak mau disebut namanya, Jum’at (01/10) bahwa, sertifikat rumah orang tuanya yang di tangani kelurahan pada bulan april 2019 lalu itu, sampai saat ini belum ada titik kejelasannya.

“Torang pe orang tua pe rumah yang katanya akan di buat sertifikat itu, sampe (sampai) sekarang belum-belum lia di pe rupa (keberadaan sertifikat). Padahal biaya yang di minta untuk kepengurusan administrasi nya sekitar Rp.2.000.000,00 lebih” Ungkapnya.

Dengan adanya keterangan tersebut, awak media langsung menghubungi lurah Kayu Merah, Sahrudin lewat telpon selulernya pada pukul 09.51 Wit pagi tadi untuk dimintai keteranganya lebih lanjut.

Menangapi hal itu, Sahrudin mengatakan, terkait pengurusan 60 rumah yang berada di RT 12, 13 dan 14 yang belum di sertifikasi sudah dalam proses tahapan perubahan status kepemilikan.

Lebih lanjut Sahrudin menerangkan, agak sedikit terlambat menerbitkan sertifikat status kempemilikan warga itu, karena kemarin dari kelurahan telah di perhadapkan polemik yang terjadi di RT 12 yang berkaitan gugatan lahan dengan instansi PLN.

“Persoalan tarik menarik lahan dengan pihak PLN, sangat menganggu torang (Kami) pe suasana, makanya lebih tefokus ke pembangunan Tower Sutt sehingga pengurusanya pun mengalami keterlambatan” Terangnya.

Ia juga menjelaskan, perlu diketahui, saat ini prosesnya sudah jalan hingaa pada pelaksanaan pengukuran dan bahkan ada sertifikat yang sudah di keluarkan. Walaupun demikian ada beberapa tahapan yang belum di jalankan.

“Sebagian warga beranggapan ini bagian dari Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), tpi hal tersebut bukan Prona tapi merupakan sertifikat induk serta ditambahkan pemisahannya membutuhkan kan proses panjang bukan serentak secara keseluruhan dapat di selesaikan. Akan tetapi bertahap yakni, pertama mengeluarkan 5 sertifikat setelah itu susul lagi 5 sertifikat yang lain” Jelasnya

Perlu diketahui, kemarin bulan desember 2019 sudah dilakukan rapat bersama warga yang berkepentingan dengan sertifikat rumahnya. Untuk keterangan besar biaya sertifikat tidak capai Rp. 2.500.000,00.

“Tahapan pertama pengurusan hanya memakan biaya 100 ribu untuk pengalihan tanah pertanian ke pemukiman. Tahapan ke dua proses pemisahan dan itu sudah termasuk biaya sertifikat dan pemisahan tergantung luasan tanah, bukan serta merta menetapakn angka patokan biaya sertifikat” Pungkasnya. (Kj/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *