Slider
81 views

Mahasiswa Malut Ancam Boikot Pilkada Jika UU Cipta Kerja Tak Dicabut

Ternate – Teropongmalut.com, Mahasiswa Malut yang tergabung dalam Maluku Utara Bergerak (Mabar) yang menggelar aksi jilid III pada Selasa (20/10) di Kota Ternate Mengancam bakal memboikot Pilkada jika tuntutan mereka tak didengarkan oleh Pemkot Ternate dan Pemprov Malut.
Unjuk rasa mahasiswa Malut di Kota Ternate digelar di dua titik central yakni, Depan pusat perbelanjaan modern Jatiland Mall, dan depan Kantor Walikota Ternate yang merupakan pusat pemerintahan.

Aksi unjuk rasa jilid III diikuti ratusan mahasiswa itu kembali menuntut pencabutan UU Omnibus Law yang telah di sahkan DPR-RI.

Aksi yang di gelar pada pukul 10.00 Wit itu diawali di depan Jatiland Mall dengan memboikot akses jalan lalu mulai membakar ban bekas. Pada pukul 16.15 Wit masa aksi bergerak menuju Kantor Wali Kota Ternate.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi Mabar, Ardian Kader saat di temui awak media usai aksi sore tadi, menyampaikan aksi yang di laksanakan merupakan tindaklanjuti dari Aksi Jilid I dan II.

“Hal ini sesuai dengan hasil setingan dan kesepakatan seluruh pimpinan Politik Organisasi yang terintegrasi dalam Front MABAR,” ucapnya.

Kata Ardian, dari hasil kesepakatan pimpinan-pimpinan politik OKP di antaranya,  Meminta Kehadiran Pemerintah  dan DPRD Provinsi Malut agar Hadir di tengah masa aksi dan menyampaikan sikap Secara Kelembagaan untuk menolak UU OMNIBUS LAW diikuti Pernyataan secara tertulis.

“Kami masih tetap berkomitmen bahwa Presiden Segera mengeluarkan Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undangan (PERPU),” ujarnya.

Lanjut Korlap, jika tuntutan di atas tidak di Akomodir maka, tidak ada spasi Perlawanan yang di bangun di kota Ternate.

“Target kami masih tetap sama, Memboikot Aset Negara dan melumpuhkan aktifitas perekonomian di Maluku Utara,” tegasnya.

Ardian menegaskan aksi unjuk rasa mahasiswa terus berkelanjutan hingga tuntutan mereka diakomodir. Jika tidak maka solusinya memboikot Pilkada serentak di Malut. 

“Aksi ini terus berkelanjutan, dan Poin terakhir adalah memboikot Pilkada Serentak di Maluku Utara,” ancam Ardian. (sul/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *