Slider
1.310 views

Malik Silia: Perusahaan Tambang di Malut Brengsek

Sofifi-Teropongmalut.com, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Malik Silia, menyebut Perusahaan Tambang di Malut Brengsek.

“Pemerintah Pusat selalu saja memberikan kemudahan kepada pihak swasta, kita diperintahkan juga dijajaran Pemda provinsi dan DPRD Malut agar memberikan kemudahan investasi kepada pihak swasta, yang paling brengsek itu perusahaan-perusahaan tambang kita, saya berharap kita jangan lagi menggunakan tangan-tangan halus, skali-skali kita gunakan tangan besi dong, sudah bikin apa teman-teman tambang di Malut masa kita terkesan mengemis pada perusahaan tambang?” Cerca Malik Silia dihadapan Gubernur  Malut Abdul Gani Kasuba, di dalam rapat paripurna penyampaian laporan Hasil Reses di Gedung DPRD Provinsi Malut di Sofifi Senin (19/10).

Perusahaan tambang lanjut Malik sudah bangun berapa Rumah Sakit di Maluku Utara. “Kalau cuma bantuan Rp 30-40 miliar itu belum cukup untuk rakyat Malut, kita terlalu slow, kita terlalu Nina Bobo teman-teman perusahaan tambang ini. Masa pak gubernur dan Kadis pertambangan dan rekan-rekan yang lain seolah-olah mengemis-ngemis tidak boleh, ini butuh kita bicarakan secara bersamaan apa langkah-langkah teman-teman tambang ini” tegas Malik Silia.

Menurut Malik Silia, para pengusaha tambang sangat dimanjakan dengan kemudahan berinvestasi, dengan tenaga kerja asing (TKA) mudah saja masuk ke Malut dalam jumlah besar. “Kita ini kaya sapi perah saja Malut ini” sesal Malik.

Untuk itu Malik meminta kepada DPRD dan Gubernur harus bicarakan bersama jika pengusaha pertambangan tidak kooperatif seolah-olah tanggung jawab Pembangunan hanya Pemprov dan DPRD. “Lah hasil kekayaan kita dicuri, diambil lalu Kita dapat apa, kita hanya berharap royalti dan lain sebagainya buat apa uang sekecil itu, untuk itu perlu didiskusikan secara bersama” pungkas Malik. (Dar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *