Mantan Napi Keluh Pungli, Kasubsie Fatma Bantah, Informasi Menyelinap Ke Telinga Yasonna Laoly

  • Share

Tidore, TeropongMalut.com – Kendati dugaan Pungutan Liar (Pungli) berkedok asimilasi telah bocor sampai ke telinga Menteri Hukum Dan Ham bapak Yasonna Laoly, kemudian disusul mendadak dengan adanya kemunculan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Maluku Utara, Teguh Wibowo, siang tadi yang kedapatan keluar dari gerbang Rutan kelas IIB Soasio, Rabu (12/1/2022). Pekan ini.

Fatma Hajatuddin menyandang jabatan sebagai Kepala Sub Seksi Pengelolaan Rutan Kelas IIB Soasio justru terkesan seolah menepis keluhan disampaikan oleh mantan warga binaan berinisial IA.

Fatma Hahatudin, Kasubsie Pengelolaan Rutan Kelas IIB Soa Sio

Fatma bilang, didalam pembebasan bersyarat ini, dia mengaku tidak ada pungutan sama sekali, pihaknya telah menjalankan sesuai dengan amanat Permenkumham nomor 32 tahun 2021.

“Dan itu sudah kami jalankan dalam Rutan,” Ucapnya.

Lanjut Fatma, Soal menyangkut dugaan Pungli menyusup kedalam program asimilasi, dia mengaku sejauh ini tidak mengetahuinya.

“Saya tidak tahu dan saya tidak mendengar itu,” Pungkasnya.

Sebelumnya perlu diketahui, Inisial IA terjerat kasus Lakalantas, membeberkan, dirinya pernah dipanggil oleh mantan Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan kelas IIB Soasio. Inisial IA dilempar tawaran bebas bersyarat oleh oknum tersebut.

“Biasanya kalau disini 15 juta, ekspres, hari ini kasih, besok keluar,” ungkap Insial IA sambil mengingat ucapan BH.

Paska beredarnya informasi ini, muncul berbagai tanggapan yang berbeda, praktisi Hukum terkenal asal Maluku Utara, Muhammad Conoras angkat bicara.

Tindakan memfasilitasi kepengurusan asimilasi salah satu napi oleh oknum BH di rutan, meskipun belum sempat dieksekusi karena lantaran terlalu mahal, namun menurutnya, niat jahatnya atau mens Rea nya sudah terjadi oleh karena itu secara moral wajib ditindak secara hukum paling tidak diberikan hukuman disiplin.

Seturut dengan adanya persoalan itu, Conoras membenarkan memang di jaman sekarang banyak petugas atau pejabat pemerintah mengalami degradasi moral dalam melaksanakan tugas-tugas negara. Tutupnya. (Ulis/Amat).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *