Nurlela Syarif Nilai Pembahasan RUU HIP Tertutup dan Terburu-Buru

Ternate-TeropongMalut.com, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Ternate Nurlela Syarif, menilai pembahasan RUU HIP terkesan tertutup dan terburu-buru. Akibatnya  menimbulkan reaksi yang pro kontra di tengah-tengah masyarakat. “Kami mengapresiasi Asosisiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Malut atas undangan Diskusi virtual yang mengangkat tema meneropong isu komunisme, RUU HIP dalam tinjauan Teori Kekuasaan ini” kata Nurlela Syarif, pada diskusi Jumat (26/06) malam.

RUU HIP lanjut Nurlela, merupakan Hak isiatif DPR-RI, dan terdapat 9 fraksi memberikan pandangan atas RUU HIP, diskusi fraksi secara substansi ada catatat kritis, pembahasan harus terbuka, tidak ada ruang dialogis, dan tidak maksimal. Selain itu pembahasan RUU HIP buru-buru dan tertutup.

“Pancasila adalah norma yang subtansi, jadi tidak bisa dibuat dalam bentuk Undang-Undang teknis” jelasnya. Pancasila sebagai falsafa negara tidak ada lagi perdebatan, ruh yang sesungguhnya tidak bisa lagi diobrak-abrik. Namun, karena ada kepentingan. “Kami berharap semua pemangku kepentingan harus mengakomodir semua kepentingan, tidak bisa hanya melihat satu kepentingan semata. Apalagi saat ini Rakyat Indonesia sedang menderita deficit ekonomi akibat Covid-19” pungkas Nurlela. (dar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *