Panitia Harap Festival Doe doe Guraping Masuk Agenda Nasional

  • Share

TIDORE-TeropongMalut.com, Kemeriahan Pembukaan Festival Doe-Doe Guraping yang bertajuk “Kampung Budaya Berbasis Wisata” beberapa hari lalu, mendapat perhatian serius dari pemerintah Kota Tidore Kepulauan khususnya dan Provinsi Maluku Utara pada umumnya.

Sungguh membanggakan, ini merupakan suatu langkah inovatif masyarakat Guraping Sofifi, mencetuskan ide kreatif dalam menghadapi tantangan global kini dan dimasa mendatang.

Ketua Panitia Festival Idham mengatakan perhelatan Festival Doe-Doe, ke 2 tahun 2021 di Pantai Wisata Doe-Doe Guraping, tentunya memiliki keunggulan tersendiri secara historis.

“Untuk itu Kita patut memanjatkan puji dan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia, yang kita terima selama dalam perjalanan hidup hingga saat ini,” ujarnya membuka pembicaraan.

Foto: tari-tarian di lokasi wisata Doe-Doe Guraping (istimewa)

“Sukses acara ini tentunya tak lepas dari dukungan moril maupun materil masyarakat Guraping, Kelompok sadar wisata (Pokdawis) Guraping, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan seluruh ASN yang berasal dari Guraping,” jelasnya.

Oleh karena itu, rasanya tidak berlebihan bila pada kesempatan berbahagia ini, saya ingin mengekspresikan rasa kegembiraan serta rasa hormat dan terima kasih kami setinggi-tingginya kepada Pemprov Maluku Utara yang telah membangun fasilitas wisata di Pantai Doe-Doe dan sarana pendukung lainnya, dan Lebih khusus Ucapan Terima kasih kepada Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen SE. 

Selain itu di tempat terpisah Anwar Arsyad, (Ketua Pokdarwis) kepada tim mengatakan, kaitan dengan tema yang diangkat yakni “Guraping sebagai Kampung Budaya Berbasis Wisata” merupakan suatu ide kreatif masyarakat Guraping, untuk  bersinergi dengan pemerintah guna memberi sumbangsih kepada daerah melalui Festival Doe-Doe.

“Setidaknya dapat memberikan kontribusi nyata dan konsepsi pemikiran positif, konstruktif, dan produktif demi terwujudnya visi-misi Tidore Jang Foloi dan Masyarakat sejahtera,” jelasnya.

Ditengah ajang Festival doe-doe lanjut Anwar, panitia bekerja sama dengan Dinas Pendididikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara untuk mengusulkan RITUAL SOGOROHO GAM dan Tarian Dendang yang merupakan tradisi dan adat TIDORE yang masi terjaga oleh Masyarakat Guraping Sebagai Warisan Budaya Tak Benda. (Eno/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *