Slider

Para Sopir Truk di Kota Ternate Kini Punya Organisasi

Ternate – TeropongMalut.com, Para sopir truk di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara kini memiliki organisasi untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Organisasi para sopir truk itu diberi nama Serikat Pekerja Sopir Truk (SPST).

Pembentukan organisasi para sopir itu sesuai dengan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 104 ayat (1) bahwa “Membentuk Serikat Pekerja merupakan hak dari semua Buruh/pekerja. Sedangkan Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/buruh yaitu“ Organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik dalam perusahan maupun luar perusahan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokrasi, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.

“Dari dasar inilahlah kami pekerja sopir truck pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate, membentuk suatu organisasi yang dinamakan Serikat Pekerja Sopir Truck (SPST) Kota Ternate” kata Iksan Do Yasin, ketua SPST terpilih kepada Teropongmalut.com di Istana Cafe belum lama ini.

Iksan Do Yasin, terpilih sebagai ketua untuk nakodai Serikat Pekerja Supir Truck (SPST) Kota Ternate berdasarkan Musyarawah. Iksan, menyampaikan maksud dan tujuan dalam pembentukan Serikat pekerja untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteran pekerja Sopir Truck di Pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate. “Jumlah anggota yang terdaftar dalam Anggota Serikat Pekerja Sopir Truck (SPST) berjumlah 183 Anggota yang beroperasi di dalam pelabuhan Ahmad yani Kota Ternate” jelas Iksan.

Kepada ekpedisi yang berada di pelabuhan Ahmad Yani, Iksan meminta mereka untuk memperhatikan tarif, jam kerja dan kesejahteraan para supir truck.
“Harapan kami kepada ekpedisi agar kita menjadi mitra strategis” tuturnya.

Kepada Pemerintah Provinsi dan Kota Ternate agar memperhatikan para Sopir Truck di dalam Pelabuhan Ahmad Yani. Sebab, anak-anak mereka butuh pendidikan dan kesejahteraan. “Bukan pada ketika momentuk politik saja kami diperhatikan, selesai momen politik tidak ada lagi kepedulian” pungkas Iksan. (wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *