Pasca diterjang Gelombang Tinggi, Warga Dufa-Dufa Gotong Royong Bangun Talud Penahan Ombak

  • Share

Ternate,Teropong Malut.com,
Usai diterjang gelombang laut tinggi pada senin 6 Desember petang lalu, Warga Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate mengambil inisiatif untuk gotong royong membangun kembali talud penahan ombak yang sebelumnya diporak-poranda oleh gelombang laut tinggi.

Lura Dufa-Dufa Ilham Hamid menjelaskan pemukiman warga yang diterjang gelombang tinggi saat ini sangat membutuhkan bantuan berupa pasir dan batu untuk dibangun talud penahan ombak. Agar melindungi rumah warga dari gelombang laut tinggi.

Lurah mengaku saat ini pihaknya masih menuggu kebijakan Pemkot Ternate dan dalam masa menunggu itu “kami mengambil langkah bernegosiasi dengan pemilik alat berat yang beroprasi di pantai daulasi Alhamdulillah mereka mau membantu,” katanya.

“Alhamdulillah mereka memberikan bantuan berupa batu 90 dam truk, dan satu alat berat Excavator untuk membantu dalam pekerjaan, dan dalam waktu dekat kami akan berusaha mengadakan matrial berupa pasir di lokasi,” jelas Lurah.

Setelah mendapatkan bantuan dari para pengusaha, masyarakat kata Lurah, langsung mengambil inisiatif gotong royong bekerja fisik untuk membangun kembali talud yang telah rusak.

“Masyarakat dong bilang pa saya Pak Lura, sambil torang tunggu kebijakan Pemkot Ternate, kami masyarakat swadaya berupa tenaga untuk turun kerja demi torang pekebaikan samua,” kata Lurah.

“Dengar itu saya pe air mata jatuh, langsung saya bilang jika ngoni pe mau bagitu ayo torang kelokasi torang (kita) bekerja sama-sama,” lurah mengisahkan.

Lurah mengajak seluru lapisan masyarakat Malut, agar mari meringankan tangan, membantu warga berupa materi maupun non materi sebagai amal jaria, kepada masyarakat, khusunya Kelurahan Dufa-Dufa yang terkena musibah,” ajaknya.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Ternate dapil Ternate Utara Munira Sagaf yang juga turun ke lokasi bencana kepada Teropongmalut.com menyebut hampir seluru Kota Ternate tekena musiba.

“Jika kita mendesak pemerintah mengerjakan talut penahan ombak sesuai keinginan masyarakat dalam waktu dekat ini belum bisa,” katanya.

Musiba hari pertama kata Munira,
ia, turun ke beberpa lokasi mulai dari Kelurahan Kalumata sampai Kelurahan Tabanga, pemukiman warga yang tinggal di pesisir pantai rata-rata terkena dampak gelombang laut tinggi.

“langkah yang saya ambil adalah komunikasi dengan teman-teman di galian C, untuk membantu, akhirnya mereka siap bantu dan kami bersama-sama memberikan sumbangan berupa pasir, itu langka yang sesuai saya pe kemampuan,” katanya

“Olehnya itu insiatif masyarakat setempat dan relawan yang ikut partisipasi dalam mengerjakan talut sederhana untuk penahan ombak saya memberikan apresiasi,” (tamsil/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *