Slider
57 views

Paska Pilkada 2017 Halteng, Saatnya Pemuda Weda Merajut Kembali Silaturahmi

Halteng TM.com – Demi menyatukan kembali perpedaan politik masyarakat yang kian berselisih pahaman hingga saat ini, dan akhirnya tali persaudaraan diabaikan. Pada kesempatan ini atas gagasan dan ide bersama, Ketua PKBM Were Mandiri Bakir Usman dipercayakan sebagai Panitia dalam acara yang bernuansa silaturahmi yang berlangsung Selasa, (27/08/2019) pukul 22.00 – 01.00 Wit tengah malam di Sekretariat PKBM Were Mandiri desa Were Kecamatan Weda.

Hadir dalam acara silaturahmi itu diantaranya Yudi Firmansyah, Ramdani Ali, Rosihan Anwar, Rahmat Safrani, Sahril Hi Sud, Bambang, Muh Riski Hasyim, Husen Ismail, Ronni Manona, Usman Tigedo, Mungsi Sukur, Hamja Ishak, Hairudin Amir, Julkifli Peley, Amirudin Umagapi, Zainuddin Coda dan Rahmat Samad Jamaludin serta Bakir Usman yang bertindak sebagai Panitia.

FOTO :Acara Malam Pemuda Weda Merajut Kembali Silaturahmi

Paska pilkada 2017 lalu telah kita lewati, patut disyukuri, tidak ada konflik destruktif yang mewarnai pilkada kemarin. Hanya saja, umumnya sentimen politik dukungan belum tentu berakhir. Sudah tentu para pendukung kepala daerah yang kalah bersaing dalam hajatan demokrasi itu bisa jadi belum mengiklaskan sehingga saling mengkritisi melalui media sosial

Dan akhirnya terjadi saling cuek dan acuh satu sama lain, padahal kita lahir dilingkungan yang sama yakni satu kampung, satu kecamatan satu Kabupaten yakni Halmahera Tengah yang berlandaskan dengan Falsafah Fagogoru.

Dalam acara silaturahmi yang bertema “Bakudapa Ade Kaka Bacarita Dari Kita Untuk Kita dan Untuk Generasi Kedepan” dapat tergabung beberapa putera Fagogoru asal Patani Gebe, sehingga diharapkan acara yang sama lebih luas dilaksanakan guna menyatukan tali silaturahmi.

Pilkada bukan sekadar kontestasi demokrasi tetapi pilkada adalah untuk mencari pemimpin yang benar-benar sesuai amanah masyarakat. Yang outputnya, dapat mewujudkan daerah yang bukan hanya maju, tapi juga damai, tentram, jauh dari konflik dan disintegrasi sosial.

Kenyataan ini yang seringkali menimbulkan konflik sosial yang dapat merusak tali persudaraan dan kerukunan yang telah terbangun sejak lama.

Orang hebat itu bukan berarti berhasil membuat kekacauan, tetapi yang dikategorikan orang hebat itu mampu mempersatukan dan memberbaiki kekacauan itu. Olehnya kita hendak mendirikan suatu persatuan dan kesatuan di negeri Fagogoru karena berbicara Fagogoru bukan hanya Weda, Patani dan Gebe. Tetapi warga Halteng yang bulat adalah Fagogoru.

Sebab, persatuan merupakan hal utama yang perlu diwujudkan dalam membangun semangat generasi Fagogoru kedepan, dan itulah pesan dari leluhur kita

Melalui forum ini, marilah kita buang jauh-jauh egoisme identitas. Meski berbeda pilihan politik, kita tetap bersaudara, satu kampong dan daerah Kabupaten Halmahera Tengah yang dibingkai dengan Falsafah Fagogoru.

Mari kita melebur satu dalam banyak perbedaan, sebab daerah ini membutuhkan kita, untuk itu kedepankan saling baku sayang, baku cinta, baku hargai dan baku faduli untuk melindungi sesama manusia bukan sesama golongan, hal ini kita lakukan maka dengan sendirinya terpanggil merawat persatuan.

Jabat tangan dan foto bersama mengakhiri acara yang bernuansa silaturahmi tersebut. (Ode)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *