Perputaran Uang Sektor Perikanan di Kota Ternate per tahun Rp 123 Miliar

  • Share

Ternate-Teropong Malut.com,
Dialok publik yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Perikanan  (IKA Perikanan) Malut dengan tema “Dinas Perikanan Kota Ternate dipersimpangan jalan dan mau dibawa kemana” menghadirkan empat pembica, salah satunya adalah Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Khairun Ternate Dr M. Janib Ahmad mengungkap potensi perikanan yang dimiliki Kota Ternate.

Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Khairun Ternate itu menjelaskan pada tahun 2018-2019, Waktu itu undang-undang No 11 tahun 2020 tentang cipta kerja belum disahkan.

Karena undang-undang cipta kerja No 23 tahun 2014  itu punya konsekuensi terhadap undang-undang Nomor 11 dan undang-undang Nomor 11 punya konsekuensi terhadap PP 85.

“Hasil penelitian kami waktu itu, saya menyerankan ke beliau (mantan Wali kota) Karena ada perubahan regulasi-regulasi Negara yang harus di lihat adalah model pengelolaan perikanan sehingga butuh kesepakatan antara Pemkot dan DPRD Ternate,” katanya.

“Kalau itu wancana Marger maka yang harus dinilai adalah model fungsi dan tugas pokoknya,” jelasnya.

Kadis Kelautan dan Perikanan di seluruh Indonesia lanjut Dr Janib, itu punya tugas pokok cuman ada dua, faktor pendukungnya, dan  partisipasi masyarakat.

Pemerintahan Daerah kemudian melihat lagi faktor-faktor penghambat. Faktor penghambat bukan karena faktor regulasi, karena ada dua hal.

Kualitas SDM-nya, dan kondisi OPD atau instansi tersebut, dia punya fungsi kuat dan tugas kuat terhadap masyarakat atau pemerintah setempat.

Kalau di Perikanan bukan saja di lihat ansi karena ada pendekatan ekonomi misalnya, penelitan kami tahun 2018 -2019 jumlah rumah tangga Perikanan di Kota Ternate itu 8.000 (delapan ribu).

sememntara pada tahun 2020 meningkat menjadi  11.000 (sebelas ribu) dari 11.000 nilai investasi perputaran uang dari sektor ini, kurang lebih Rp 123.000.000.000 (seratus dua puluh tiga miliyar) jadi rata-rata per tahun 6 juta ton di Kota Ternate.

Potensi itu akan mengangkat kesejahteraan masyrakat Kota Ternate dan pendapatan masyarakat, jika sektor ini punya kemampuan kuat dan itu akan meningkatkan pangan Kota secara nasional.

“Hasil analisis location Quotient (LQ) kita dari sektor perikanan nilai LQ nya 1,6 jadi potensi kita tinggi, karena Malut masuk dalam 4 wilaya pengelola Perikanan dari per tahun 600 sekian juta ton itu masuk rata-raya ke kota Ternate.

5 kabupaten Kota rata-rata hasil tangkapan ikan masuk ke Kota Ternate, jadi dari rencana tindak pengendalian (RTP) per tahun mengikat itu juga meningkatkan pendapatan.

“Potensi Kota Ternate tidak mencukupi kebutuhan protein kita sehingga kita butuh kebutuhan tranfer logistik Perikanan dari luar,” katanya.

Untuk tahun 2020 nilai investasi kita khusus dinas perikanan Kota Ternate Potensi Perikanan mencapai Rp 154.000 000 000.

“Per tahun itu potensi Perikanan Kota Ternate ada Peningkatan,” pungkasnya. (Tamsil/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *