Slider
112 views

Pertamini Ilegal Rampas Hak Pejalan Kaki

Ternate- Teropongmalut.com, lalu-lalang roda dua dan roda empat disepanjang jalan raya bernama kota terbilang padat. Kepadatan lalu lintas tersebut turut mengancam keberadaan keselamatan pejalan kaki. Peristiwa itu tampak terjadi di seputaran kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Hampir dibeberapa tempat Fasilitas bagi pejalan kaki dalam bentuk trotoar digigit oleh dagangan minyak bensin ilegal (Pertamini) yang dipajang diatas trotoar.

Padahal berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009, pasal tersebut memuat penjelasan bahwa trotoar adalah salah satu fasilitas yang menyangga atau mendukung penyelenggaraan lalu lintas.

Lebih anehnya lagi, pihak Pemkot Ternate terkesan mengelabui hukum yakni melakukan pembiaran terhadap para pelaku usaha merampas hak pejalan kaki, menjamurnya para penjual minyak ilegal (Pertamini) dapat menguatkan dugaan bahwasanya disinyalir Pemkot melakukan penyalahgunaan wewenang.

Dugaan itu kuat, diakui salah satu pedagang yang tidak menghendaki namanya dimuat dia media. Dia menyatakan, pemberitahuan berupa himbauan terkait mensosialisasikan ancaman saksi bagi pelanggar yang mengambil hak pejalan kaki (Trotoar) tidak pernah dia dengar dari mulut Pemkot Ternate khususnya Instansi terkait.

Pidana bagi pelanggar seperti halnya tercantum pasal 274 ayat 2 menegaskan, bahwa setiap orang yang melakukan perbuatan yang menganggu fungsi kelengkapan jalan akan dipidana kan minimal satu tahun mendekam dibalik jeruji penjara atau denda Rp. 24 juta.

Dalam pantauan Teropong Malut.com selain hak pejalan kaki dilibas Pedagang minyak Ilegal (Pertamini). Hak pejalan kaki juga disikat habis oleh kendaraan roda dua yang terparkir, perlu diketahui, bawah mengalihfungsikan Trotoar, selain kepentingan para pejalan kaki adalah perampasan hak asasi Manusia.(Rahamat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *