Slider
369 views

Petugas Puskesmas Lelilef Halteng, Tak Buka Pelayanan Dini Hari

Halteng-Teropongmalut.com, Seorang Pemuda asal Dusun Dokulamo, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara mengalami luka sobek di kepala sebelah kanan mengakibatkan terjadi pendarahan. Korban diduga dipukul oleh seorang pemuda dengan menggunakan kursi.

Korban atas nama Agustinus Pata Pata, (17) sedangkan pelaku yang benisial An, (25)
asal Desa Trans Cobe woejarana, kecamatan Weda Tengah. Pemukulan itu terjadi pada acara ronggeng (Pesta) di dusun Dukulamo, pada hari Jum’at tangal 26 Februari pukul 02.00.wit dini hari.

korban langsung dilarikan ke Puskesmas Lelilef  Kecamatan Weda Tengah. Namun sayangnya tidak ada petugas satupun dalam puskesmas tersebut.

Pada Pukul 03. 25. wit Korban datang melapor ke Polisi sub sektor Weda Tengah atas pemukulan yang di alaminya.

Pada Pukul 03.40 wit Keluarga korban Mengantarkan korban Untuk mendapatkan perawatan Medis di Puskesmas Lelilef Kec. Weda Tengah akan tetapi pelayanan piket Puskesmas weda Tengah tidak ada.

Kemudian keluarga korban dan korban mendatangi kediaman dokter maupun kediaman perawat dengan cara mengetuk pintu berulang kali, akan tetapi tidak ada respon sehingga korbanpun di kembalikan.

Keluarga korban yang enggan disebut namanya, kepada awak media ini melalui  telepon genggamnya,  menjelaskan pada pukul 04.14 wit  “Untuk pelayanan piket puskesmas Weda tangah tidak stand by. apabila ada kejadian pasien di kec. Weda tengah yang butuh perawatan mendesak” sesal keluarga korban.

Keluarga korban berharap kepada pihak terkait dalam hal ini Kepala dinas kesehatan, untuk dapat mengevaluasi kinerja petugas puskesmas tersebut.

Sebab, Lanjut kata dia (keluarga korban) “puskesmas itu harus aktif 1 kali 24 jam, karena masyarakat itu butuh pelayanan anda, dan anda itu di gaji, jangan hanya melayani di siang hari tapi malam hari juga” harapnya.

“Untuk pelaku sementara ini sudah di tangani polsek untuk di proses hukum terkait tindakan yang di lakukan” pungkas keluarga korban. (Ances/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *