Slider

Pidato Ilmiah Bupati Halteng, Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia

Halteng TM.com – Pidato Ilmiah Bupati Halteng Drs Edi Langkara MH yang dibacakan oleh Kepala Dikpora Ahmad Rakib pada pelaksanaan Parade Merah Putih dan Pidato Ilmiah Minggu, (20/10/2019) pagi tadi yang bertempat di Pondok Pesantren Salman Alfarizi desa Wairoro Indah Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah bertema “Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia”.

Lahirnya UU Pesantren bertujuan untuk mewujudkan kembali keaslian Pesantren di Nusantara ini dan secara historis telah menjalankan tiga fungsinya sekaligus mengembangkan fungsi pendidikan, fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Sesungguhnya upaya ini dapat menjadi wujud konkrit untuk mewujudkan peran Indonesia sebagai pelopor dalam mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia telah dipandang cukup mewakili citra Islam yang moderat yang senantiasa mengedepankan dialog. Sementara itu, jaringan Santri sendiri terbukti sangat luas sehingga dapat menjadi modalitas pentin mewujudkan santri sebagai pelopor perdamaian dunia.

Konsepsi yang tidak kalah menarik kata Kadikpora Pemkab Halteng adalah disebut pesantren setidaknya memiliki spirit sebagai modal mewujudkan perdamaian dunia. Kiprah santri untuk perdamaian dunia, Santri juga berpotensi kuat sebagai agen perdamaian dunia. Sekaligus berpotensi menjadi juru damai dan tradisi pesantren dan santri menjadi kekuatan santri untuk memaksimalkan perannya dalam konteks perdamaian dunia.

Kadispora mengatakan isu-isu perdamaian dunia bisa dibangun berdasarkan tradisi akademik pesantren, tradisi budaya pesantren, dan tradisi nilai-nilai universal yang selama ini ada di pesantren.

Pernyataan tersebut dia sampaikan merespons pelaksanaan penyambutan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 dengan tema “Parade Merah Putih dan Pidato Ilmiah” yang dilaksanakan pada Minggu, (20/10/2019) pagi ini.

Islam yang dipelajari di pesantren adalah Islam yang tidak ekstrim kiri atau ekstrim kanan sebab kultur dan budaya pesantren adalah Islam yang lues dan luas, tidak kaku. Paparan ini cukup memberikan penjelasan luas tentang modalitas penting pesantren untuk terlibat dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

Akhir Pidato Ilmiah Bupati yang disampaika Kadispora sangat mengapresiasi kegiatan yang baru kita saksikan bersama. Sebab, dalam kegiatan ini berkaitan dengan misi Pemerintah Daerah untuk menciptakan perdamaian dalam Pemerintahan itu bisa berjalan dengan baik, aman tertib karena itu juga bagian dari pembangunan bangsa.

Untuk itu, harapan Pemerintah agar para santri – santri ini perlu diperkuat dengan pendidikan agama, karakter sehingga jangan sampai ada yang menyusup soal pemahaman – pemahaman yang ekstrim. Karena mengoreksi era mengayomi pergaulan kehidupan masyarakat yang menciptakan keselarasan dan keseimbangan. (Ode)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *