Slider

Program Bedah Rumah BSPS 2018 di Desa Kulo Jaya Diduga Berpotensi Korupsi

Halteng TM.com – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2018 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di desa Kulo Jaya Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah diduga berpotensi korupsi.

Buktinya, sebanyak 31 unit program bedah rumah dari Kementerian PUPR itu belum tuntas dikerjakan. Hal ini terjadi karena penyaluran matrial oleh pendamping berupa batako tidak diberikan, sebab rata – rata alasan puluhan warga yang mendapatkan rumah bantuan BSPS ini penyaluran batako tidak diberikan oleh pendamping sehingga pekerjaan bedah rumah berjalan di tempat.

FOTO : Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2018 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Kabupaten Halmahera

Sangat nampak jelas kemarahan warga penerima BSPS kepada pihak pendamping program ini. Pasalnya awak media di keroyok saat pengambilan dokumentasi foto rumah di blok A dan B desa Kulo Jaya Kecamatan Weda Tengah Senin, (12/08/2019) sore kemarin.

Singkat cerita ujaran kemarahan dari warga pun meluap dan meledak karena awak media dikira pendamping program bedah rumah. Kemarahan warga di blok A dan B kemarin itu, jika pendamping yang turun lapangan kemungkinan sudah ditelanjangi oleh warga bagi ibu-ibu rumah tangga karena saking emosi mereka menunjuk-nunjuk awak media kerja kalian tak becus, ujar warga saat pengambilan foto rumah di blok A dan B sore kemarin.

FOTO : Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2018 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Kabupaten Halmahera

Luapan kemarahan warga kemarin bahwa semen yang baru di terima dari pendamping bedah rumah diantaranya masing-masing warga penerima 20 sak, 50 lembar seng, 4 kilo gram paku, dan upah tukang senilai Rp 1.200.000. Sementara untuk batako hingga kini belum didistribusikan oleh pendamping melalui suplayer.

“Akibatnya banyak rumah bantuan tak berjalan pekerjaannya. Jika ada rumah bantuan yang hampir selesai itu karena jual ternak sapi baru dapat dilanjutkan pekerjaannya,” jelas warga kemarin.

Sebelum awak media pamitan, warga pun meminta maaf atas sikap mereka yang memaki-maki karena dipikir yang datang pihak pendamping program BSPS tahun 2018.

Pantauan awak media pada program BSPS Kementerian PUPR tersebut dapat dibilang dugaan berpotensi korupsi karena dari pengakuan warga penerima bantuan bedah rumah sangat minim menerima pembelanjaan dari pihak pendamping. Kondisinya puluhan bantuan bedah rumah itu sangat memprihatinkan. (Ode)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *