Slider
347 views

Proyek BPNT Halut : Pieter P. Terima Uang 200 ribu dari Bos Rudi Santoso, Berujung ke Polisi

Halut, TeropongMalut.com Mentalitas yang tidak baik di tunjukan salah satu oknum birokrat pemerintah Kabupaten Halmaher Utara di Dinas Sosial, yang semakin tercium dan nampak permainannya dalam penyaluran BPNT Halut dan bantuan Covid-19.

Hal ini terkuak dari informasi masyarakat dan keterangan E-warung, pendamping dan korda untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang di salurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kabupaten Halut yang diduga ada permainan oknum kabid di Dinas sosial Halut.

Dari hasil penulusuran wartawan beberapa hari kemarin, dengan mendatangi salah satu pegawai dilingkup pemda halut yaitu Piter Pattiasina Kabid. Pemberdayaan Sosial dan Penaganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Utara, diruangannya pada pukul 11.30. Wit, selasa, (05/01/21).

Terkesan adanya kebohongan yang disampaikan dan coba ditutupi piter yang menurut kami kurang ramah terhadap wartawan itu, karna terlihat menutupi informasi dan tidak mau terus terang terkait penyaluran BPNT Halut antara kerjasamanya dengan penyalur atau disebut subplayer sembako ke KPM, karna hal ini berbeda dengan keterangan dan informasi yang di dapat dari berbagai sumber terkait.

Seperti halnya Rudi Santoso penjual sembako khusus beras yang tidak paham prosesdur administrasi serta teknis dan mekanisme dari sasaran manfaat bantuan BPNT, mengatakan, ” Setau saya yang bikin laporan pendamping   ya… Karna saya liatnya di status mereka di facebook” lanjut Rudy, yang tak paham legal standing bahkan pedum singkatan dari pedoman umum atau dasar acuan untuk BPNT ke pada KPM, katanya “saya terus terang yang kemarin itu pak kabid yang arahkan pada tanggal sekian atau sekian itu sdh harus penyaluran nanti diarahkan pak kabid, tapi barang kami siap seperti beras dan kacang ijo, kecuali telur karna harus pres jadi kami ngak simpan stok” Kata Rudi, dari 200 ribu rupiah dia menerima 190 ribu rupiah.

Bahkan terkait berapa yang di terima kabid Pitter Pattiasina dari bosnya yang bernama Anton Anggoro yang berada di Kota Malang Provinsi Jawa Timur. Dibeberkan Rudi. “Untuk pak Pitter juga di kasih 100 sampai 200 ribu saja per bulan sebagai uang pulsa dan itu di kasih langsung oleh boss saya di malang, Anton Anggoro” kata Rudi.

Hal yang disampaikan Rudi menjadi  dugaan adanya praktek gratifikasi atau suap yang telah dilakukan antara Pitter Pattiasina dengan Anton Anggoro yang diwakili oleh Rudi Santoso, karna untuk kapasitas seorag pitter yang mengendalikan BPNT Halut dengan istilah uang pulsa dalam ungkapan pebisnis itu sudah umum, dalam hal untuk memberikan uang pelicin untuk melancarkan proyek atau pekerjaan yang saling mengguntungkan antara kedua belah pihak.

Karna dugaan ini diperkuat dari keterangan Rudi terkait kerjasama dengan Piter, begitu Pitter meloloskan Rudi Santoso untuk mendapatkan proyek bantuan sembako Covid-19 Halut 2021 dari dana APBD sebesar 5 millyar yang di anggarkan lewat Badan Penaganan Bencana Daerah (BPBD) Halut. Atau disebut Piter Satgas Covid-19.

Berdasarkan informasi permasalahan ini sudah ditindakan lanjuti oleh Polda Maluku Utara melalui Polres Halmahera Utara untuk melakukan proses pemeriksaan dan dimintai Keterangan terkait pelaksana teknis penyaluran BPNT di kabupaten Halmahera Utara dan semua kabupaten maupun kota di provinsi Maluku Utara. Mulai senin, 11 Januari 2021 hingga sekarang dan semua kabupaten maupun kota di provinsi Maluku Utara. (Jn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *