Slider
114 views

PT Amazing Tabara Caplok Perkebunan dan Pemukiman Warga Desa Sambiki Obi

Kadir Lumpai : Dimana Hati Nurani Pemerintah

Halsel. TeropongMalut.com, Sejumlah warga Desa Sambiki, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan terus berjuang menurut Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Amazing Tabara. Sebab, lahan Kuasa Pertambangan (KP) yang dikapling oleh Perusahaan itu merupakan lahan perkebunan cengkeh, pala dan kelapa milik warga desa sambiki.

Tidak hanya itu PT Amazing Tabara, juga mengkapling kampung Desa Sambiki, Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan sebagai lokasi pertambangan. Adalah Kadir Rumpai dan kawan-kawan, mengambil inisiatif melakukan aksi penolakan terhadap PT Amazing Tabara.

“Memang perusahaan tambang Emas itu belum beroperasi, tapi dari data IUP yang kami miliki lokasi izin tambang yang telah disetujui oleh Pemerintah Provinsi Malut adalah di areal perkebunan dan pemukiman warga, artinya jika perusahaan itu beroperasi maka warga desa sambiki otomatis digusur, itu yang kami tidak terima” demikian dijelaskan Kadir Rumpai, kepada wartawan di Kota Ternate Senin (22/02).

Menurut Kadir, IUP PT Amazing Tabara, dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan pada saat kewenangan mengeluarkan IUP masih dipegang Pemerintah Kabupaten. Setelah izin pertambangan diserahkan kepada pemerintah provinsi, Pemerintah Provinsi Malut kembali mengeluarkan IUP PT Amazing Tabara di area perkebunan dan pemukiman warga desa sambiki.

“Artinya ada unsur kesengajaan dari pemerintah provinsi Malut, bagaimana bisa mereka menyetujui IUP PT Amazing Tabara, di areal perkebunan dan pemukiman warga desa sambiki, padahal Pemerintah Provinsi Malut tau itu bukan lahan kosong yang tak berpenghuni. Dimana hati nurani Pemerintah” sesal Kadir Rumpai.

Kadir, berjanji pihaknya akan terus berjuang agar izin perusahaan tambang emas itu dicabut. Sebab kehadiran perusahaan tambang Emas itu merusak kehidupan masyarakat desa sambiki. (Dar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *