Slider

PT NHM DIGUGAT Oleh AMP DILIMA KECAMATAN

Sofifi-TM. Perusahan Tambang Nusa Halmahera Mineral (NHM) yang berada di wilayah kabupaten Halmahera Utara kini menjadi polemik bagi Masyarakat lima kecamatan yang berada di lingkar tambang PT NHM menolak Juru Kerja Teknis (JUKNIS) yang di keluarkan pihak perusahan PT NHM tersebut.

Saat dikonfirmasi teropong malut kamis (02/07/20) diSofifi salah satu Aliansi Pemuda Mahasiswa (APM) yang mewakili lima kecamatan di Kabupaten Halut, yang saat ini sedang menduduki dibangku kuliah dikampus UNIBRAH Maluku Utara Rulfi Sangaji mengatakan, bahwa perusahan PT NHM yang berasa di lingkar tambang dilima kecamatan diantaranya kecamatan Kao Teluk, Malifut, Kao, Kao Utara, dan Kecamatan Kao Barat terkait dengan penolakan juknis yang dikeluarkan ole pihak Social Performance PT NHM.

Ungkapnya Juknis tersebut berisi poin besarnya uang desa, biaya pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya.
Dari poin tersebut hanya mmelahirkan kontrakdiksi besar pada masyarakat lingkar tambang, sehingga hal itu kemudian melahirkan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) menuntut agar pihak perusahan PT NHM dikabupaten HALUT segera terbuka soal anggaran 1%, dan jujur dalam mekanisme penyaluran berdasarkan MoU dengan Masyarakat dilima kecamatan pada tahun 2017 oleh pihak PT NHM, Pemerintah Daerah, DPRD.

Ia juga menambahkan, hinga kini PT NHM tidak ada kejelasan atau jawaban yang pasti sesuai ketentuan Undang-Undang No 40 tahun 2007 pasal 68 dan pasal 74 tentang peseroan terbatas. sehingga pihak PT NHM harus memberikan laporan terkait dengan kelestarian lingkungan hidup, karena setiap perusahan wajib berikan laporan dampak lingkungan hidup serta menjaga kelestariaannya sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 47, Pasal 2 , 6, dan 7, Tahun 2012.

Lanjut Rulfi, Pihak PT NHM Segera membangun Asrama atau tempat tinggal Mahasiswa lingkar tambang sesuai peraturan Menteri Energi Sumer Daya Mineral (EDSM) No 41, Pasal 6 Huruf b, Tahun 2016 tentang pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara.

Olehnya itu, pihak PT NHM juga membayar serta menaikan honor guru dan tenaga medis kesehatan dengan jumlah pertahun 5 juta per individu tanpa ada potongan dari pihak PT NHM, serta memberikan dana pendidikan kuliah semester I-XIV dengan bantuan studi ahir Mahasiswa, dan pengadaan bus sekolah serta renovasi bangunan sekolah yang rusak dilima kecamatan yang berada di lingkar tambang PT NHM itu. Kesal Rulfi.

“Kami melakukan demonstrasi dan melakukan tatap muka sudah dua kali dengan pihak Perusahan PT NHM, DPRD kabupaten HALUT pada tanggal 25 Juni 2020 yang di hadiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara, serta Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan di hadiri oleh Manager PT NHM.

Sejauh ini pihak PT Nusa Halmahera Mineral dengan alasan belum memiliki data, sehingga hasil pertemuan itu membuat kekecewaan yang di alami ole Aliansi Mahasiswa Pemuda Kabupaten Halmahera Utara”.

Rulfi juga menegaskan apabila pihak PT NHM tidak mengakomodir tuntutan tersebut, maka Aliansi Mahasiswa Pemuda dilima kecamatan itu akan terus melakukan aksi sampai tuntutan masyarakat dipenuhi. Tegasnya. (bur)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *